Banjir dengan ketinggian antara  60 hingga 80 centimeter merendam ruas Jalan Sunankalijaga, Sunan Giri, Hardiwinangun, Ir Djuanda, Multatuli, Bypass dan Malanengah.
Lebak (ANTARA) -
Sejumlah ruas jalan di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir akibat hujan deras selama 1,5 jam sehingga air saluran drainase yang buruk tidak berjalan lancar.
 
"Kami berharap saluran drainase dibangun agar tidak menimbulkan banjir, " kata Amin (40) seorang warga Rangkasbitung saat mendorong sepeda motor yang mesinnya mati terendam banjir di Lebak,Kamis.

Banjir dengan ketinggian antara  60 hingga 80 centimeter merendam ruas Jalan Sunankalijaga, Sunan Giri, Hardiwinangun, Ir Djuanda, Multatuli, Bypass dan Malanengah.
 
Para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat banyak yang melintasi jalan tersebut hingga menimbulkan antrean panjang.

Sebab, kendaraan mereka di antaranya mogok terendam banjir tersebut.
 
"Kami beruntung ada yang membantu untuk mendorong kendaraan yang mogok itu," katanya menjelaskan.
 
Seorang pengemudi angkot, Lomri (50) mengatakan kendaraannya mogok setelah melintasi jalan Sunankalijaga tepatnya depan Kodim 0603 Lebak karena tergenang banjir.
 
Mesin angkotnya mati karena mesin kabilator kemasukan air.
 
"Kami kembali menghidupkan mesinnya setelah menunggu 30 menit ," katanya.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengakui banjir yang melanda ruas jalan itu akibat saluran drainase tidak berjalan lancar.
 
Saat ini, banyak saluran itu terdapat tumpukan sampah atau kecil salurannya, sehingga tidak menampung debit air hujan tersebut.
 
"Kami sudah melaporkan ke instansi terkait agar dilakukan pembangunan dan perbaikan sehingga tidak menimbulkan genangan banjir hingga ke ruas jalan," kata Febby.

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2021