Gunakan "water bombing", karhutla di Teratak Buluh-Riau dipadamkan

Gunakan

Helikopter "water bombing" BNPB yang digunakan untuk memadamkan karhutla di Provinsi Riau. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Riau).

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Tim patroli udara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau dengan menggunakan "water bombing" berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga titik api pada lokasi berbeda, yang terdeteksi di Teratak Buluh, , Rumbai Pesisir Pekanbaru dan Tapung Kampar.

"Agar kebakaran lahan tersebut tidak meluas BPBD berkoordinasi dengan tim Manggala Agni untuk melakukan pemadaman," kata Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal  di Pekanbaru, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya sudah meminta tim Manggala Agni untuk membantu memadamkan api pada lahan terbakar di Teratak Buluh dengan "water bombing" supaya cepat dipadamkan karena jika menunggu tim satgas dari Bangkinang akan lama.

Dari pengamatan di lapangan, kata Edy, lahan-lahan terbakar tersebut diduga sengaja dibakar, namun berapa total luasan lahan yang terbakar ini belum dapat dipastikan sebab tim pemadam masih berlalu lalang melakukan pemadaman.

"Sepertinya ada warga yang sedang membuka lahan baru untuk perkebunan dan lahan tersebut sengaja dibakar. Nanti untuk penyelidikan dan penegakan hukumnya akan diurus tim Satgas Karhutla Kampar dan BPBD Riau hanya membantu pemadaman karena itu dekat dengan wilayah kami," katanya.

Ia menambahkan berdasarkan data BPBD luas lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Riau selama paruh pertama tahun 2021 seluruhnya mencapai 901,57 hektare.

Menurut data BPBD Provinsi Riau, lahan yang terbakar selama periode Januari hingga awal Juli 2021 lebih kecil dibandingkan pada kurun yang sama tahun 2020 ketika luas lahan yang terbakar mencapai 1.251 hektare.

"Karhutla paling luas ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan total lahan terbakar seluas 317,87 hektare," katanya.

Data BPBD menunjukkan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Indragiri Hiril (142 hektare), Dumai (116,1 hektare), Siak (79,15 hektare), Pelalawan (70 hektare), Meranti (45,5 hektare), Kampar (42,7 hektare), Rokan Hilir (38 hektare), Indragiri Hulu (34,25 hektare), dan Pekanbaru (16 hektare), demikian M Edy Afrizal.

Baca juga: Satgas Karhutla Riau sudah 50 kali water bombing hutan terbakar

Baca juga: BPBD Riau turunkan dua helikopter "water bombing" padamkan karhutla

Baca juga: Helikopter bom air padamkan kebakaran hutan Riau


Pewarta : Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021