Kemenkes sambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 lewat sejumlah acara

Kemenkes sambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 lewat sejumlah acara

Ilustrasi - Puluhan rehabilitan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang mengikuti outbond dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di rumah sakit tersebut. (ANTARA/Heru Suyitno)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 melalui sejumlah rangkaian acara untuk meningkatkan kesadaran para pembuat kebijakan dan masyarakat mengenai pentingnya pemahaman permasalahan pada kesehatan jiwa.

“Memang kita sudah menyiapkan beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita semua baik dari pemegang kebijakan kemudian lintas program, lintas sektor dan masyarakat secara umum,” kata Subkoordinator Substansi Masalah Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Kemenkes Juzi Delianna dalam bincang-bincang "Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua" yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Tahun ini, pihaknya akan menggunakan tema yang telah merujuk pada World Federation of Mental Health yakni “Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua”, yang menekankan bahwa adanya ketidaksetaraan mendapatkan akses layanan kesehatan jiwa akibat perbedaan ras dan etnik.

Hal tersebut juga disebabkan oleh kurangnya penghormatan hak asasi manusia (HAM) di sejumlah negara, termasuk perlakuan yang tidak setara terhadap orang-orang yang memiliki gangguan jiwa.

Baca juga: Sekitar 100 hingga 200-an anak positif COVID-19 per hari

Dalam melaksanakan tema tersebut, pihaknya telah melakukan kampanye publik melalui lomba poster yang bertemakan “Hak Asasi Manusia Terkait ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa)" dengan peserta lomba adalah masyarakat umum yang disesuaikan dengan kategori usia.

Kemenkes juga mengadakan safari bebas fasum dengan sasaran ODGJ di tiga kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Kegiatan tersebut kerja sama, antara lain dengan Dinas Kesehatan setempat, Dinas Sosial, rumah sakit jiwa, organisasi profesi yang terkait serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami juga menggelar sarasehan yang mengundang sejumlah lintas kementerian, organisasi profesi kesehatan jiwa, akademisi dan komunitas, kemudian ada temu media, temu blogger yang sudah dilakukan kemarin,” ucap dia.

Pihaknya memberikan wadah diskusi melalui televisi maupun radio nasional untuk memberikan promosi dan edukasi terkait dengan kesehatan jiwa kepada masyarakat luas.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan serial webinar terkait dengan kesehatan jiwa yang digelar sejak 30 September hingga 1 Oktober 2021 dalam tiga sesi acara dengan sasaran kalangan anak remaja milenial hingga dewasa.

Kemenkes akan menggelar acara puncak pada 10 Oktober di rumah sakit jiwa di Solo, Jawa Tengah untuk memberikan penghargaan pada pihak yang berkomitmen membuat layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat.

“Kita akan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang memiliki komitmen yang kuat, untuk meningkatkan dan membuat inovasi dalam membuat layanan kesehatan jiwa di masyarakat,” kata Juzi.

Baca juga: Psikolog: Orang dengan masalah kesehatan mental butuh dukungan
Baca juga: Peringatan Hari Kesehatan Jiwa jadi momentum tingkatkan perhatian
Baca juga: Kemenkes upayakan layanan kesehatan jiwa di seluruh Puskesmas

Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021