Dirjen Kemendes: Gernas BBI momentum kebangkitan ekonomi pascapandemi

Dirjen Kemendes: Gernas BBI momentum kebangkitan ekonomi pascapandemi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini. (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi pascapandemi COVID-19, kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini.

"Gernas BBI diharapkan tidak hanya mendongkrak perekonomian makro, tetapi juga bisa menggeliatkan perekonomian mikro di level desa," kata Harlina dikutip dari siaran pers di Jakarta, Senin.

Menurut Harlina, Gernas BBI akan membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada, terutama di perdesaan.

"UMKM sendiri banyak bergerak di perdesaan yang juga dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama," katanya.

Gernas BBI dikomandoi oleh Kemenko Manives. Untuk Gernas BBI yang digelar Kemendes PDTT ini sudah tahun kedua. Tahun pertama dilaksanakan bersamaan dengan Hari Batik Nasional tahun lalu.

"Tahun ini kami mendapatkan tugas untuk meningkatkan produk-produk dari Kaltim," ujar Harlina.

Dia mengatakan Kemendes PDTT tahun ini menggandeng sejumlah kementerian/lembaga dan pihak swasta dalam menggelar Gernas BBI. Hal ini merupakan wujud keberpihakan semua pihak dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Tahun ini Gernas BBI Kemendes PDTT dipusatkan di Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini akan ditandai dengan pameran berbagai produk dalam negeri termasuk produk hasil kreativitas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Planery Hall Sempaja.

Lebih jauh Harlina mengatakan Kalimantan Timur dipilih sebagai pusat pelaksanaan Gernas BBI karena wilayah ini banyak menghasilkan produk-produk berkualitas.

Produk-produk dari Kaltim seperti lidi kelapa sawit, lidi nipah, arang kayu, batik khas Kaltim, manik-manik, makanan khas Kaltim dan produk lainnya mempunyai kualitas bagus dan layak ekspor.

Sebelumnya, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengajak seluruh masyarakat untuk setia membeli dan menggunakan produk dalam negeri.

"Menggunakan produk dalam negeri tak hanya membantu peningkatan geliat UMKM dan BUMDes. namun juga menjadi wujud cinta terhadap Negara Indonesia," katanya.
Baca juga: Kemendes targetkan Gernas BBI dorong produk andalan Kaltim mendunia
Baca juga: Mendes PDTT: Gernas BBI akselerasi transformasi digital UMKM
Pewarta : Sigit Pinardi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021