Bogor harus suntik 1,7 juta dosis vaksin agar turun ke level dua

Bogor harus suntik 1,7 juta dosis vaksin agar turun ke level dua

Vaksinasi massal di area Gedung DPRD, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat masih harus menyuntikkan 1,7 juta dosis vaksin COVID-19 agar wilayahnya bersama aglomerasi Jabodetabek turun ke level dua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kita harus genjot vaksinasi, karena minimal 50 persen penduduk sudah divaksinasi untuk bisa turun ke level dua," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Selasa.

Baca juga: MUI Kabupaten Bogor fokus edukasi ulama tentang sadar vaksinasi

Saat ini perkembangan vaksinasi di Kabupaten Bogor baru 31,84 persen atau 2,69 juta dosis, sehingga Pemkab Bogor masih harus menyuntikkan 1,7 juta dosis vaksin lagi agar mencapai 50 persen atau 4,2 juta dosis.

Pemkab Bogor juga harus menyuntikkan 5,8 juta dosis vaksin untuk mencapai target 70 persen jumlah penduduk, yakni 8,5 juta dosis vaksin (dosis pertama dan kedua atau lengkap).

Ade Yasin mengaku banyaknya jumlah penduduk di wilayahnya menjadi salah satu kendala vaksinasi. Karena, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor merupakan yang terbanyak di tingkat daerah, yakni 5,4 juta jiwa.

Kendala lainnya adalah Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan 40 kecamatan, sehingga Satgas Penanganan COVID-19 kesulitan menjangkau lokasi-lokasi di pelosok.

Baca juga: Miliki target terbanyak vaksinasi, Bogor sulit jangkau wilayah pelosok

Baca juga: Vaksinasi di ponpes Kabupaten Bogor diawali shalawat "Thibbil Qulub"


Oleh karena itu, lanjutnya, berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk TNI-Polri untuk melakukan jemput bola pada pelaksanaan vaksinasi di wilayah pelosok.

"Sentra vaksinasi di kota-kota sudah mulai sepi, maka akan diturunkan ke pelosok di desa-desa, bila perlu menginap di rumah warga atau kades," kata Ade yasin yang Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021