Dokter: Kanker payudara dapat terjadi pada pria dan bisa lebih ganas

Dokter: Kanker payudara dapat terjadi pada pria dan bisa lebih ganas

Tangkapan layar Dokter dan Ahli Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Bob Andinata dalam talkshow virtual Skrining dan Deteksi Dini Sadari Kita Pasti Bisa yang diikuti di Jakarta, Kamis (14/10/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Dokter dan Ahli Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Bob Andinata mengatakan kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dan memiliki sifat yang lebih ganas dibandingkan.
 

“Pengobatannya juga harus lebih cepat karena kanker payudara pada pria lebih ganas dibanding pada wanita,” kata Bob dalam talkshow virtual Skrining dan Deteksi Dini Sadari Kita Pasti Bisa yang diikuti di Jakarta, Kamis.
 

Bob menuturkan, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risik seperti obesitas (kelebihan berat badan), adanya kelainan pada testis yang menghasilkan hormon testosteron maupun adanya kelainan sindrom seperti ginekomastia atau keadaan payudara pria menyerupai payudara wanita pada umumnya.
 

Pemakaian hormonal jangka panjang seperti pemakaian obat-obatan prostat, kata dia, juga bisa memacu terjadinya kanker payudara pada pria.

Meskipun tercatat dapat terjadi hanya berkisar antara satu sampai dua persen, dia mengatakan kanker payudara pada pria dapat menyebar secara lebih agresif dibandingkan dengan kanker payudara yang diderita oleh wanita.

Baca juga: YKPI: Setiap 30 detik ditemukan kasus baru kanker payudara di dunia

Baca juga: Lestari: Upaya preventif masif, cegah kanker payudara di usia muda

 

Lebih lanjut Bob menjelaskan, penanganan kanker payudara pada pria juga memiliki perbedaan dengan wanita yang dilakukan dalam beberapa tahapan.
 

Menurut Bob, pemeriksaan kanker payudara pada pria dapat langsung dilakukan dengan melakukan Sadaris (pemeriksaan payudara secara klinis) apabila terdapat benjolan pada payudara atau keluhan yang dirasakan.
 

“Deteksi dini berbeda dengan wanita ya. Kalau wanita ada Sadari dan sebagainya, kalau pria Sadaris saja, kalau ada timbul keluhan saja,” kata dia.
 

Terakhir dia menjelaskan, apabila terdapat sebuah benjolan pada payudara pria, penderita akan mendapatkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter onkologi melalui USG (ultrasonografi) yang dilakukan pada testis pria tersebut.
 

“Jika ketika ada benjolan pun di payudara pria, cukup diperiksakan. Kalau tidak hilang akan dioperasi, tapi belum tentu juga itu kanker payudara. Tapi memang jika didiagnosis pada pria dia lebih agresif dibanding wanita,” ucap dia.

Baca juga: SADARI cegah kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut

Baca juga: Bolehkah pasien kanker payudara divaksin COVID-19?

Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021