Nadiem: Adaptasi teknologi ke dunia pendidikan jawab tantangan

Nadiem: Adaptasi teknologi ke dunia pendidikan jawab tantangan

Seorang mahasiswa yang ikut program Kampus Mengajar di Tanjungpinang membantu siswi Kelas 3C SDN 016 beradaptasi menggunakan teknologi pembelajaran Google Meet di Tanjungpinang Timur, Kepulauan Riau, jumat (15/10/2021). ANTARA/Nikolas Panama/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa mengadaptasi teknologi ke dalam dunia pendidikan menjawab tantangan masa depan.

"Teknologi telah menjadi suatu kebutuhan namun demikian di satu sisi juga merupakan kesempatan bagi kita untuk bergerak maju ke arah masa depan yang lebih baik," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dengan penerapan program Merdeka Belajar atau "Emancipated Learning", Kemendikbudristek telah mendukung para guru yang mengadaptasi pembelajaran secara daring.

"Kemendikbudristek telah mengalokasikan anggaran untuk program Digitalisasi Sekolah," katanya dalam Diskusi Panel III bertemakan "How COVID-19 Pandemic Shapes the Future of Innovation and Technology".

Pada pertemuan yang mengangkat tema utama "Indonesia and Latin America and the Carribean Partnership: Recover Together, Recover Stronger" itu, ia mengungkapkan terdapat dua inisiatif utama terkait dengan program digitalisasi sekolah, pertama distribusi perangkat teknologi informasi (TI) ke sekolah dan pengembangan platform digital pendidikan secara gratis.

Ia mengatakan pandemi global telah mengubah cara belajar mengajar yang selama ini sudah dilakukan. Pembelajaran daring secara penuh adalah hal baru bagi seluruh guru di dunia, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.

"Saya berharap bahwa inisiatif-inisiatif Kemendikbudristek akan membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang sulit dijangkau serta memungkinkan masyarakat di daerah itu untuk dapat berkontribusi lebih terhadap perekonomian bangsa dan memenuhi apa yang menjadi potensi atau keunggulan mereka," paparnya.

Baca juga: Kemendikbudristek sebut PTM terbatas solusi masalah pendidikan

Ia menyebutkan beberapa aplikasi yang telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek, salah satunya SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah) yang berfungsi sebagai "marketplace" di mana sekolah dapat membeli perangkat kebutuhan sekolah menggunakan sumber dana bantuan operasional dari pemerintah, melalui aplikasi e-commerce yang fleksibel dan aman.

Selain itu, di laman "Rumah Belajar", Kemendikbudristek menyediakan materi pembelajaran bagi guru dan siswa prasekolah sampai SMA.

"Semua inisiatif ini akan membantu Indonesia dalam mengawali proses pemulihan dari masa pandemi dan bergerak maju menuju masa depan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya personalisasi pembelajaran yang akan membebaskan siswa dari paradigma pengajaran lama yang membatasi potensi dan kreativitas.

Mendikbudristek Nadiem berharap, pertemuan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia ini membuka peluang bagi semua pihak, khususnya dunia pendidikan, untuk menggali berbagai peluang serta mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia.

Baca juga: Mahasiswa dapat hadapi tren perubahan dunia kerja lewat KKN-TKWU
Baca juga: Puan: Perlu reformasi pendidikan bangun SDM yang adaptif teknologi
Baca juga: Mendikbudristek: Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa dihindari


 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021