PT Timah - BKSDA Sumsel lepasliarkan delapan satwa langka

PT Timah - BKSDA Sumsel lepasliarkan delapan satwa langka

PT Timah Tbk bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dan Alobi Foundation melepasliarkan delapan satwa langka di Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, sebagai bentuk dukungan perusahaan melestarikan satwa terancam punah itu. (Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dan Alobi Foundation melepasliarkan delapan satwa langka di Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, sebagai bentuk dukungan perusahaan melestarikan satwa terancam punah itu.

"PT Timah berkomitmen terhadap keberlangsungan, kelestarian dan konservasi satwa dan hayati yang menjadi bagian dari budaya perusahaan," kata Direktur Keuangan PT Timah Tbk Wibisono saat rangkaian pelepasan delapan satwa di di Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sabtu.

Ia mengatakan delapan satwa dilindungi pemerintah yang dilepasliarkan tersebut yaitu dua ekor elang bido (spilornis chela), dua ekor elang bondol (Haliartus Indus), satu ekor elang paria (milvus migran), dan dua ekor kukang sumatera (nycticebus coucang) dan satu ekor burung betet.

“Satwa memiliki peran yang penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem, sehingga memang sudah sepatutnya kita untuk bisa menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Ia menegaskan PT Timah Tbk terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian satwa dan konservasi lingkungan.

"Komitmen ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam melaksanakan penambangan terintegrasi dengan menerapkan prinsip "Good Mining Practices", katanya.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah bermitra dengan ALOBI dalam membantu pihaknya dalam melakukan konservasi satwa liar.

“Kita dengan PT Timah sudah sering berinteraksi, PT Timah punya izin penangkaran, dan mitra kita Yayasan Alobi itu bermitra dengan PT Timah Tbk, sebagaimana kita ketahui PT Timah Tbk ini sangat mendukung sekali kegiatan Alobi dalam penyelematan dan rehabilitasi satwa hingga merilis satwa kembali ke habitatnya. Kita mengapresiasi hal ini,” katanya.

Ia mengakui tidak banyak perusahaan pertambangan yang punya kepedulian dan fokus terhadap pelestarian satwa. Apa yang dilakukan PT Timah Tbk ini telah membantu pihaknya.

“Enggak banyak perusahaan tambang punya kepedulian yang seperti ini dan ini bagus karena fokus pada satu hal pelestarian satwa liar. Dengan begini, PT Timah Tbk tidak hanya membantu menyelamatkan satwa tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga satwa untuk keberlangsungan ekosistem,” katanya. 

Baca juga: Menurun drastis populasi elang Jawa di Gunung Ijen, sebut BKSDA

Baca juga: BKSDA Maluku lepas liarkan burung nuri merah

Baca juga: Bali Zoo siap lepasliarkan Owa Jawa

 
Pewarta : Aprionis
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021