Universitas Muhammadiyah Purwokerto segera laksanakan PTM

Universitas Muhammadiyah Purwokerto segera laksanakan PTM

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) saat menyerahkan surat rekomendasi terkait dengan perkuliahan tatap muka kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Jebul Suroso di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, UMP, Selasa (26/10/2021). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) akan segera melaksanakan perkuliahan tatap muka (PTM) secara bertahap seiring dengan telah diterimanya surat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Surat rekomendasi penyelenggaraan PTM tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Rektor UMP Dr Jebul Suroso saat pembukaan vaksinasi massal yang digelar Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Kampus I UMP, Banyumas, Selasa.

Saat ditemui wartawan, Rektor UMP Dr Jebul Suroso mengatakan kegiatan vaksinasi tersebut juga merupakan salah satu upaya UMP untuk menyiapkan perkuliahan tatap muka.

"Pak Wabup tadi sudah menyerahkan rekomendasi ke UMP untuk kami bisa melakukan perkuliahan tatap muka. Pertama, syaratnya nanti adalah capaian vaksin kami sudah 100 persen. Kami harus tanda tangani itu ke Kementerian Pendidikan," katanya.

Sementara capaian vaksinasi di UMP, kata dia, untuk dosen dan karyawan sudah di atas 80 persen dan diharapkan bisa mencapai 100 persen jika ada yang mengikuti vaksinasi yang digelar PD Muhammadiyah Banyumas pada hari Selasa (26/10).

Baca juga: Menko PMK dorong UMP dirikan pusat rehabilitasi narkoba bagi anak-anak

Baca juga: UMP terjunkan mahasiswa sebagai sukarelawan COVID-19 di Banyumas


Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah siapkan ruang kelasnya dan diatur manajemen kelasnya termasuk pendaftaran yang akan mengikuti perkuliahan tatap muka.

"Jadi, belum 100 persen. Kami berharap akan lebih banyak nanti yang mengikuti PTM itu di tahun ajaran baru. Kalau ini, pasca-UTS (Ujian Tengah Semester) sudah mulai diberlakukan, kemudian lebih dari 20 persen, kemudian setelah semester genap harapannya sudah bisa 50 persen, kemudian lanjut 100 persen sambil lihat fluktuasi, mudah-mudahan tidak terjadi gelombang tiga (penularan COVID-19)," katanya.

Menurut dia, pihaknya akan mengamati fluktuasi penularan COVID-19 pada bulan Desember hingga Januari dan diharapkan pemerintah tidak membuat libur panjang pada akhir tahun 2021 karena sangat riskan terhadap terjadinya penyebaran virus corona seperti tahun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan jika Bupati Banyumas Achmad Husein saat mengikuti rapat secara daring dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengusulkan agar libur panjang akhir tahun 2021 ditiadakan.

"Dari pengalaman tahun lalu, liburan Natal dan tahun baru pasti menimbulkan klaster baru," katanya.

Terkait dengan rekomendasi penyelenggaraan perkuliahan tatap muka, dia mengingatkan UMP untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Baca juga: UMP-KLHK canangkan perencanaan kawasan terpadu di Sambirata Banyumas

Baca juga: Dosen UMP bangga PathGen wakili Indonesia di ajang XTC
Pewarta : Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021