Dinkes Indramayu catat 6.120 anak alami "stunting"

Dinkes Indramayu catat 6.120 anak alami

Petugas Dinas Kesehatan menunjukan aplikasi Gerakan Penurunan Stunting Indramayu Terpadu (Gesit) di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc).

Indramayu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat 6.120 anak di daerah tersebut mengalami "stunting", dan itu merupakan data terbaru.

"Kasus 'stunting' sekarang ada 6.120 anak, dan itu merupakan data terbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Boni Koswara di Indramayu, Rabu.

Deden mengatakan jumlah anak di Kabupaten Indramayu, data terakhir berada di angka 129 ribu dan dari jumlah tersebut 6.120 anak mengalami "stunting".

Baca juga: UI kampanye edukasi sosial turunkan stunting di Manggarai Barat

Ia mengatakan banyak faktor penyebab "stunting" pada anak, di antaranya pernikahan dini, kekurangan gizi, kemiskinan, dan beberapa lainnya.

Menurutnya dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu, kasus "stunting" terbanyak terjadi di Kecamatan Balongan, namun ia tidak menyebutkan jumlahnya.

"Dari 31 kecamatan, yang terbanyak di Kecamatan Balongan," tuturnya.

Baca juga: BKKBN: Keluarga berkualitas kunci sukses Indonesia Emas 2045

Sementara Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan saat ini Kabupaten Indramayu, sedang fokus melakukan penurunan angka stunting, dengan gencar kampanye hidup sehat.

Selain itu Nina juga mengimbau, agar para ibu muda untuk mempersiapkan kehamilannya, hal ini untuk mengurangi terjadinya angka "stunting".

"Untuk ini muda harus dipersiapkan terlebih dahulu, ketika mau memiliki anak, agar pola asuhnya bisa lebih baik lagi," katanya.****3***

Baca juga: BKKBN: Stunting turun tingkatkan kualitas generasi muda Indonesia
Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021