Bupati Bogor berharap level PPKM dapat turun seiring capaian vaksinasi

Bupati Bogor berharap level PPKM dapat turun seiring capaian vaksinasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Jabar Quick Response atau JQR bersama PT Eigerindo MPI dan Korem 061 Surya Kencana menggelar vaksinasi COVID-19 untuk ratusan warga di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. ANTARA/HO-Humas JQR

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor, Ade Yasin berharap status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dapat turun ke level dua, setelah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 mencapai 50 persen dari target.

"Insya Allah hari ini persentase vaksinasi COVID-19 di kita mencapai 50 persen. Kami tinggal menunggu penurunan status PPKM dari level tiga ke level dua dari pemerintah pusat," ungkap Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu di Cibinong, Bogor, Senin.

Pasalnya, hingga pukul 00.00 WIB, Senin 1 November 2021, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor tercatat telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama 49,96 persen atau 2.111.282 orang dari target 4.225.790 sasaran.

Sementara, untuk vaksinasi dosis kedua perkembangannya baru 1.372.458 orang atau sebanyak 32,48 persen dari target.

Ade Yasin menyebutkan banyaknya jumlah penduduk di Kabupaten Bogor yang mencapai 5,4 juta jiwa atau lebih tinggi dibandingkan kota/ kabupaten lain di Indonesia menjadi  kendala pelaksanaan vaksinasi.

Kendala lainnya yaitu Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas terdiri dari 40 kecamatan, sehingga Satgas Penanganan COVID-19 kesulitan menjangkau lokasi-lokasi yang berada di pelosok.

Sebagai solusi, Ade Yasin mengatakan telah meningkatkan kolaborasi dengan TNI-Polri untuk melakukan jemput bola dalam pelaksanaan vaksinasi di wilayah pelosok.

Baca juga: Pemkab Bogor minta bantuan Karang Taruna percepat vaksinasi COVID-19
Baca juga: Vaksinasi di Kabupaten Bogor terbanyak meski persentasenya terendah
Baca juga: TNI AL terjun ke pelosok Bogor bantu percepat vaksinasi
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021