Kemenkes ingatkan pemulihan ekonomi berawal dari masyarakat sehat

Kemenkes ingatkan pemulihan ekonomi berawal dari masyarakat sehat

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/11/2021). ANTARA FOTO/Jojon/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Diono Susilo mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia terjadi berawal dari kondisi masyarakat yang sehat atau kasus COVID-19 yang rendah di masa pandemi.

"Kalau dulu yang dicari ekonomi, sekarang ternyata kesehatan itu mutlak. Sehat itu juga akan berdampak pada kesehatan ekonomi," kata Diono dalam acara Forum Merdeka Barat 9 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Diono mengajak seluruh pihak untuk menjaga momentum dan pemahaman akan pentingnya kesehatan terhadap perekonomian tersebut baik di masyarakat maupun pada berbagai pemangku kepentingan.

Kementerian Kesehatan melalui berbagai program dan kampanye seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ataupun Pos Pelayanan Terpadu bagi masyarakat selalu menyosialisasikan pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Baca juga: Kemenkes ingatkan sanksi harus ditegakkan lagi bagi pelanggar prokes

Baca juga: Kemenkes luncurkan chatbot WhatsApp Peduli Lindungi


"Dengan adanya momen ini, peran Posyandu sangat bermanfaat dan peran tenaga kesehatan di pelayanan primer dan sekunder dengan sosialisasi pentingnya hidup sehat jadi modal utama kita untuk mempertahankan posisi masyarakat yang menyadari sehat itu mahal, dan berdampak pada ekonomi individu dan negara," kata Diono.

Saat ini kasus baru COVID-19 di Indonesia konsisten terus berada di bawah 1.000 sejak 15 Oktober 2021. Per hari kemarin, penambahan kasus baru sebanyak 434 orang dengan total menjadi 4.248.843 kasus.

Diono mengingatkan agar masyarakat tetap waspada karena pandemi belum selesai.

"Kami ingatkan kembali kepada masyarakat, pandemi belum berakhir. Betul ada penurunan, ini karena kerja sama kita semua baik pemerintah dan masyarakat. Sama-sama terapkan protokol kesehatan 5 M di manapun kapanpun, ini akan mempercepat pemusnahan, menghindari kejadian di masa lalu," kata Diono.*

Baca juga: Kemenkes: Capaian vaksinasi COVID-19 Indonesia urutan lima dunia

Baca juga: Kemenkes anggarkan Rp394,5 miliar untuk resiliensi farmasi di 2022 


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021