APPBI sebut pusat perbelanjaan sudah terapkan protokol kesehatan ketat

APPBI sebut pusat perbelanjaan sudah terapkan protokol kesehatan ketat

Tangkapan layar - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) Alphonzus Widjaja dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu (8/12/2021). ANTARA/Indriani.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan seluruh pusat perbelanjaan telah dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Ada tiga lapis protokol kesehatan yang diterapkan pada pusat perbelanjaan. Pertama adalah setiap pengunjung wajib melakukan vaksinasi dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Kedua protokol kesehatan yang sudah dilakukan sejak awal pandemi mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Ketiga yakni protokol kesehatan pada masing-masing toko, bioskop dan tempat bermain anak, mereka memiliki protokol kesehatan sendiri,” kata Alphonzus dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Petugas keamanan berjaga dengan menggunakan kostum drama serial Squid Game di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Dia menambahkan pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah terkait pembatalan PPKM level tiga pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Pelaksanaan PPKM level tiga pada semua wilayah akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

Sejak pemerintah melakukan relaksasi, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan terus meningkat. Hingga November 2021, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan mencapai 60 persen. Padahal aktualnya pada 2020, hanya sekitar 50 persen.

“Hingga akhir tahun, kami menargetkan tingkat kunjungan mencapai 70 persen,” tambah dia.

Pihaknya tidak ingin ada penutupan usaha, karena akan berdampak sangat besar pada pelaku usaha. Pada 2020, terjadi penutupan usaha namun para pelaku usaha masih bisa bertahan karena masih ada cadangan dana. Pelaku usaha mulai kesulitan pada 2021 karena cadangan dana sudah mulai menipis.

“Jika terjadi penutupan, maka akan berdampak tidak hanya penyewa, tetapi juga pengelola, toko-toko tapi juga kehidupan masyarakat. Pemberlakuan PPKM berbasiskan daerah terbukti lebih efektif dalam mengendalikan COVID-19,” kata dia lagi.

Pada saat libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya meminta agar pusat perbelanjaan untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian dan meningkatkan kedisiplinan akan protokol kesehatan agar lonjakan kasus tidak terjadi lagi.

“Kunci utamanya adalah disiplin dan konsisten dalam protokol kesehatan. Dua hal ini yang penting dilakukan pada masa pandemi COVID-19,” imbuh Alphon.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Satgas : Pemerintah bangun kewaspadaan masyarakat
Baca juga: Satgas : Penyesuaian regulasi bukan berarti pemerintah tidak konsisten

Pewarta : Indriani
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021