Stafsus Presiden sebut kualitas SDM perlu didorong lebih merata

Stafsus Presiden sebut kualitas SDM perlu didorong lebih merata

Tangkapan layar Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dalam talkshow "G20, Kita Bisa Apa?" daring, Rab (8/12/2021). ANTARA/Sanya Dinda

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mengatakan pemerintah melalui pendidikan terus mendorong agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia lebih merata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2021 mencapai 72,29 secara nasional. DKI Jakarta menyumbang IPM paling tinggi sebesar 81,11, sementara di wilayah timur Indonesia seperti IPM Papua dan Papua Barat masih di bawah rata-rata nasional masing-masing sebesar 60,62 dan 65,26.

"Untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju, salah satu kuncinya adalah manusia. Untuk itu pemerataan pembangunan manusia harus kita dorong," kata Billy dalam talkshow "G20, Kita Bisa Apa?" yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Saat ini, Provinsi Papua menjadi wilayah dengan presentase buta huruf tertinggi pada 2020. Nilainya sebesar 22,1 persen untuk penduduk sampai usia 15 tahun, 20,38 persen untuk penduduk usia 15-44 tahun, dan 26,95 persen untuk penduduk berusia di atas 45 tahun.

"Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah sudah cukup keras. Presiden Jokowi mengatakan harus terus mengakselerasi dengan cara meningkatkan infrastruktur, kualitas, dan penambahan jumlah guru," kata Billy.

Pemerintah juga telah menganggarkan 20 persen dari belanja negara untuk sektor pendidikan setiap tahun. Presiden Jokowi pun meminta sektor pendidikan melakukan transformasi digital agar daerah terluar Indonesia dapat tetap mengakses pendidikan secara digital meski jumlah guru terbatas.

Billy mengatakan anak muda Indonesia sebetulnya juga bisa berpartisipasi dalam membuat pendidikan lebih merata antara wilayah barat dan timur. Anak muda dapat mendirikan pusat belajar untuk mengajarkan anak di wilayah terpencil membaca, menulis, dan matematika.

"Hal ini juga didukung oleh Kemendikbudristek dengan program Kampus Mengajar dimana mahasiswa diajak untuk menghabiskan satu semester hingga satu tahun untuk mengajar di suatu daerah pedalaman," ucapnya.
Baca juga: PMI ajak akademisi perkuat pendidikan kebencanaan
Baca juga: Luhut minta Bangga Buatan Indonesia masuk kurikulum pendidikan
Baca juga: Peneliti sebut kualitas guru beri pengaruh pada fondasi pendidikan
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021