Warga Gunungdoh Lampung keluhkan gajah masuk kampung

Warga Gunungdoh Lampung keluhkan gajah masuk kampung

Foto ilustrasi bayi gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) yang baru dilahirkan bersembunyi di bawah kaki induknya di Kamp Elephant Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Kamis (23/11/2017). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Bandarlampung (ANTARA News) - Warga mengeluhkan kehadiran belasan gajah sumatera liar masuk ke permukiman di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan Jumat malam (20/4) merusak rumah warga setempat.

Warga, ketika dihubungi dari Bandarlampung, mengeluhkan gangguan gajah liar sedikit-dikitnya 12 ekor itu. Mereka mendesak pihak berwenang untuk menanganinya, mengingat hingga Sabtu dinihari belum ada tanggapan atas laporan warga ke sejumlah aparat keamanan dan pemerintah setempat.

Gajah-gajah liar itu telah merangsek masuk permukiman hingga ke rumah-rumah warga setempat, kata Riswan, warga setempat.

Rumah warga itu pun menjadi sasaran dirusak kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ini.

"Sedikitnya 12 gajah liar itu setidaknya sudah sebulan berpindah-pindah masuk ke permukiman warga di sekitar sini. Sekarang masuk ke permukiman di Blok 6 Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semong," ujarnya.

Ia menyebutkan kawanan gajah liar itu sebelumnya dilaporkan masuk ke permukiman warga di Blok 3.

Hingga saat ini, menurut dia, belum ada korban di kalangan warga setempat. Namun, warga khawatir dan gangguan gajah liar itu menimbulkan trauma sehingga mereka tidak bisa beraktivitas normal, karena khawatir menjadi sasaran serangan gajah liar.

"Sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat yang berwenang," katanya.

Belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang di Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terkait gangguan gajah liar itu maupun penanganannya.

Sejumlah warga dan para aktivis lingkungan di Lampung berharap para pihak dapat segera mengatasi ancaman konflik gajah dengan manusia tersebut, sehingga dapat dicari solusinya tidak timbul korban warga maupun kerugian harta benda lebih besar maupun ancaman terhadap satwa liar jenis langka dan dilindungi di dunia tersebut karena kemarahan warga yang terusik.

Baca juga: Dua Warga Tewas Akibat Serangan Gajah Sumatra

Baca juga: Amukan Gajah Diyakini Aksi Balas Dendam

Baca juga: Kaki patah diterjang gajah
Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018