Dari Istiqlal, Megawati ajak tokoh agama semarakkan gotong royong

Dari Istiqlal, Megawati ajak tokoh agama semarakkan gotong royong

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Megawati Sukarnoputri saat menghadiri Silaturahim Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Rabu. Megawati meminta masyarakat untuk menanamkan kembali semangat gotong royong. (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Sukarnoputri mengajak seluruh tokoh agama untuk menyemarakkan sikap gotong royong kepada masyarakat sebagai nilai utama Pancasila.

"Hakikat kehidupan bangsa Indonesia yang religius ini di dalam implementasinya yaitu gotong royong," kata Megawati dalam sambutannya saat Silaturahim Kebangsaan Pembinaan Ideologi Pancasila di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu.

Menurut Megawati, BPIP meminta bantuan tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk mensosialisasikan manfaat nilai-nilai Pancasila.

Dia menjelaskan, negara Indonesia lahir dari semangat gotong royong dalam mencapai kemerdekaan dari penjajah tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras.

Pada masa revolusi, para pejuang kemerdekaan Indonesia meneriakkan kalimat yang sama tanpa memandang ras atau agama masing-masing yaitu "merdeka atau mati".

Hendaknya, ujar Megawati, semangat kebersamaan dalam gotong royong terus ditanamkan kepada pemuda untuk menjaga persatuan NKRI saat ini.

Megawati menjelaskan, saat ini Presiden Joko Widodo tengah berupaya menjaga keadaan di Indonesia aman dan damai untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

Silaturahim ini di selasar Masjid Istiqlal ini dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, tokoh agama Kristen Pdt Henriette Hutabarat-Lebang, tokoh agama Katolik Ignatius Suharyo, tokoh agama Hindu Ida Pangelingsir Agung Patra Sukahef, tokoh agama Buddha Bhikkhu Pannavaro Mahathera, dan tokoh agama Khonghucu Chandra Setiawan.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Kepala BPIP Yudi Latif juga mengikuti acara ini.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018