Mentan bertekad wujudkan swasembada bawang putih 2021

Mentan bertekad wujudkan swasembada bawang putih 2021

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (ketiga kanan) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (ketiga kiri) memanen bawang putih di sentra baru pengembangan bawang putih di Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/3/2018). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Jakarta (ANTARA News) Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bertekad mewujudkan program swasembada bawang putih pada 2021 sehigga pemenuhan kebutuhan komoditas pangan tersebut bisa dilakukan dari dalam negeri.

Seusai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, dia mengatakan mengacu pada peta jalan, untuk swasembada bawang putih membutuhkan produksi bawang putih 550.000 ton dengan areal tanam 80.000 hektare.

"Program ini harus dikejar dan diwujudkan. Kita harus mampu membalikkan dari kondisi saat ini, di mana 96 persen konsumsi bawang putih dipenuhi dari impor. Tahun 2021 harus menjadi swasembada bahkan ekspor," ujarnya.

Mentan menegaskan bila luas tanam 2017 hanya 2.000 hektare maka tahun 2021 harus dikejar mencapai 80.000 hektare.

Amran menjelaskan untuk mencapai target swasembada telah dilakukan identifikasi potensi lahan sesuai agroekosistem seluas 600.000 hektare.

Pemerintah akan menyediakan benih unggul, menggenjot luas tanam dan pengendalian importasi, tambahnya, selain itu setiap importir dikenakan wajib tanam dan berproduksi 5 persen dari volume permohonan rekomendasi impor.

Sementara itu, pengembangan luas tanam diperoleh dari dukungan APBN, swadaya petani, investor maupun wajib tanam importir.

"Membangun pertanian tidak hanya menata aspek tekniknya saja, melainkan membenahi tata kelolanya. Sesuai arahan Bapak Presiden RI, kita membenahi secara komprehenship termasuk proses bisnisnya dan reformasi mental. Nilai tambah pada hilirisasi dan tata niaga harus diraih untuk kesejahteraan petani," ujarnya.
 
Pewarta : Subagyo
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018