Bantuan anak korban bencana Sulteng diberikan sesuai usia

Bantuan anak korban bencana Sulteng diberikan sesuai usia

Direktur Jenderal Rahabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI Edi Suharto menyerahkan bantuan sosial kepada anak korban bencana di Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018) (OHH Direktorat Rehabsos)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Sosial memberikan bantuan bagi anak korban bencana di Sulawesi Tengah sesuai usia perkembangan anak agar bantuan efektif dan tepat sasaran serta manfaat.

"Ini bantuan spesial dan bersifat komprehensif, karena disesuaikan dengan umur anak-anak. Bantuan seperti ini jarang sekali diberikan oleh pihak lain," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Edi mencontohkan, misalnya bantuan peralatan sekolah anak yang bisa langsung dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain paket bantuan yang bersifat materi, anak-anak juga mendapatkan pelayanan sosial, seperti Pondok Ceria Anak (PAC) untuk mengurangi beban dan trauma mereka yang harus terpisah dengan keluarga.

"Selain PAC yang diberikan pascatanggap darurat, kami juga menyiapkan program lanjutan seperti assesmen mendalam yang dibantu oleh para fasilitator dari berbagai daerah berupa terapi dan penanganan lain," katanya.

Edi berada di Palu mewakili Menteri Sosial RI menyerahkan Bantuan Sosial sebanyak 250 paket secara simbolik kepada anak terdampak korban gempa dan tsunami di Palu.

Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan dan makanan ringan. Untuk paket bantuan bagi para lansia, berupa sembako dan peralatan lansia. Sedangkan, untuk penyandang disabilitas diberikan tongkat dan kursi roda.

Terkait pendistribusian bantuan, lanjutnya, mengingat lokasi bencana yang tidak berada di satu titik, maka paket bantuan dibagikan secara bertahap.

"Pendistribusian bantuan sosial  penanganan pascabencana kepada tiga klaster tersebut ke daerah-daerah lainnya akan menyusul dengan melibatkan forum LKSA yang lebih tahu kondisi lapangan," tambah dia.

Pada kesempatan itu, Dirjen juga memberikan alat bantu secara simbolik untuk disabilitas sebanyak 600 unit dengan total Rp1,2 miliar, bantuan Unicef berupa baby kit dan child kit sebanyak 10.500 paket, serta bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia 530 orang dengan total Rp265 juta dan paket sembako untuk 250 lansia sejumlah RP50 juta.

Baca juga: Rehabilitasi anak korban gempa Sulteng jadi prioritas
Baca juga: Kemensos upayakan reunifikasi anak hilang saat bencana
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018