Ribuan warga Pangkalpinang belum miliki surat nikah

Ribuan warga Pangkalpinang belum miliki surat nikah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan akte pernikahan secara simbolis kepada warga pada kegiatan nikah massal dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 89 di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (21/12/2017).Sebanyak 92 pasangan terdiri dari 51 pasangan muslim dan 41 pasangan Kristen mengikuti kegiatan Nikah Massal untuk mencatatkan pernikahan mereka secara hukum untuk melindungi kaum perempuan dan anak. (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda)

Pangkalpinang, (ANTARA News) - Sebanyak 1.200 warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum memiliki surat nikah, karena tidak memiliki biaya untuk mengurus dokumen pernikahannya.

"Saya mengundang seluruh warga yang belum memiliki surat nikah untuk mengikuti nikah massal pada 22 Desember 2018," kata Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, saat ini sebanyak 1.200 warga Kota Pangkalpinang tidak memiliki surat nikah, karena kekurangan dan kondisi ekonomi pembuatan dokumen penting itu tidak mereka lakukan.

"Bagi kita uang Rp300 ribu untuk mengurus surat nikah itu mungkin kecil, tetapi bagi orang-orang tertentu sangat sulit sekali," ujarnya.

Oleh karena itu, pada 22 Desember 2018, Wali Kota Pangkalpinang bersama warga, khususnya yang belum memiliki surat nikah akan hadir untuk kegiatan nikah massal.

"Kegiatan nikah massal dapat menjadi kebanggaan. Wisatawan yang berkunjungi ke daerah ini akan menceritakan, kami pulang dari Kota Pangkalpinang yang wali kotanya memrogramkan nikah massal bersama warga," kata Maulan.

Menurut dia, surat nikah ini penting, karena tanpa dokumen ini masyarakat tidak bisa mengikuti program nasional seperti BPJS Kesehatan, berobat gratis, program pemberdayaan sosial dan ekonomi lainnya.
 

"Apabila warga ini sudah memiliki surat nikah, tentu mereka bisa mengikuti program BPJS, berobat, mengurus sekolah anaknya dan lainnya," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan surat nikah secara gratis.

"Bayangkan masih banyak warga berusia 50 hingga 70 tahun yang sudah menikah, tetapi tidak memiliki surat pernikahannya, karena tidak memiliki biaya untuk mengurus dokumen tersebut," kata Maulan.

Baca juga: Jutaan warga Indonesia belum miliki buku nikah
Baca juga: Muri Catat Pernikahan Massal 4.851 Pasangan
Pewarta : Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018