YARA: tindak tegas perusahaan mempekerjakan TKA ilegal

YARA: tindak tegas perusahaan mempekerjakan TKA ilegal

Sejumlah massa yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Peduli Bali berdemo di depan Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, Senin (7/5/2018). Komunitas Pejuang Peduli Bali yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata tersebut mendesak pihak Imigrasi dan aparat keamanan menindak tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Bali tanpa memiliki izin menyusul adanya kasus pemandu wisata ilegal asal China yang melakukan tindak kekerasan terhadap warga setempat. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Banda Aceh (ANTARA News) - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta pemerintah menindak tegas perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) secara ilegal atau tidak sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Perusahaan yang mempekerjakan warga asing tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku harus ditindak dan berikan juga sanksi yang tegas," kata Ketua YARA Safaruddin di Banda Aceh, Sabtu (19/1).

Sebanyak 51 TKA asal Tiongkok dipekerjakan oleh PT Shandong Licun Power Plant di PT Lafarge Cement Indonesia, Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar.

Safaruddin juga meminta Kementerian Hukum dan Ham atau Imigrasi untuk memantau secara kontinu keberadaan tenaga kerja asing di provinsi paling barat Sumatera. Keberadaan warga negara asing di Aceh dan wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara umum harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Imigrasi harus rutin memantau seluruh warga asing di Aceh apakah keberadaan mereka sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya lagi.

Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Dinasker Mobduk) Aceh telah mendeportasi 51 warga Negara Tiongkok yang bekerja di PT Lafarge Cement Indonesia, Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar karena melanggar dokumen ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Pengawasan Dinasker Mobduk Aceh Putut Rananggono di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan bahwa tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok bekerja di PT Lafarge Cement Indonesia sejak tahun lalu.

TKA itu semua bekerja di PT Shandong Licun Power Plant Technology pihak ketiga yang ditunjuk oleh PT Lafarge Cement Indonesia bergerak di bidang konstruksi. "Pada saat kami melakukan sidak, mereka bekerja di bidang pembangkitan listrik," ungkap Kepala Bidang Pengawasan Dinasker Mobduk Aceh.

Setelah mendeportasi semuanya dari Aceh, pihaknya akan duduk bersama dengan sejumlah pihak untuk membahas sanksi terhadap perusahaan yang mempekerjakan TKA tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

PT Lafarge Cement Indonesia membenarkan adanya tenaga kerja asing asal China di lingkungan perusahaan tersebut.

"Mereka adalah karyawan PT Shandong Licun Power Plant Technology sebagai pihak ketiga yang ditunjuk oleh perusahaan untuk mengoperasikan pembangkit listrik," kata Communications & Event Specialist PT Lafarge Cement Indonesia Faraby Azwani.

"Hal itu secepatnya akan dilakukan oleh PT Shandong Licun Power Plant. Pihak ketiga ini akan berkoordinasi dengan Dinasker Mobduk Aceh dan pihak terkait lainnya," kata Faraby.
Baca juga: Kantor Imigrasi Sukabumi deportasi TKA China ilegal
Baca juga: Pengadilan hukum denda 35 TKA ilegal asal Tiongkok
Baca juga: Tim Pora memburu 1.700 TKA ilegal
Baca juga: Buruh Jabar demo tolak pekerja asing ilegal
Pewarta : Irman Yusuf
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019