Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro butuh Rp254 miliar

Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro butuh Rp254 miliar

Arsip Foto - Pekerja mengoperasikan eskavator saat meratakan tanah di sisi tanggul sungai pada proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019). Pengerjaan proyek pengendali banjir dan rob dengan anggaran sebesar Rp464 milar itu telah mencapai 70 persen. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/wsj.
 (ANTARA FOTO/R. REKOTOMO)

Palembang (ANTARA News) - Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro sepanjang 10,9 kilometer diperkirakan membutuhkan dana Rp254 miliar sehingga pemerintah setempat akan mencari tambahan dari pihak lain jika nantinya APBD tidak mencukupi untuk pembiayaannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan PUPR Palembang, Bastari di Palembang, Jumat, mengatakan, terdapat tiga sumber anggaran yang diupayakan yakni APBD provinsi, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pinjaman bank.

"Kami lagi mengkaji, yang mana yang memungkinkan," ujar dia.

Ia menambahkan pemerintah kota menargetkan restorasi akan dimulai pada Juni 2019 hingga 2022 untuk mendukung program pencegahan banjir.

Namun, perencanaan dapat berubah tergantung dengan ketersediaan dana. Jika dana terbatas maka akan dibuatkan skema multiyears atau beberapa tahun, kata dia.

Ia menjelaskan kebutuhan dana tersebut akan dialokasikan untuk pengerukan, pemasangan dinding, perombakan jembatan, penyediaan fasilitas ruang terbuka hijau dan penerangan.

Program tersebut sebenarnya meneruskan restorasi tahap pertama di Sungai Sekanak pada 2018. Namun, saat itu hanya sepanjang 700 meter dengan dana Rp7,5 miliar.

Pada tahap pertama, pemkot banyak dibantu perusahaan swasta melalui pemanfaatan dana CSR dalam waktu enam bulan.

Saat itu, Pemkot ingin menjadikan Sungai Sekanak sebagai destinasi wisata di Palembang untuk menyambut Asian Games XVIII 2018.

Baca juga: Madiun bersihkan sungai untuk cegah banjir
Baca juga: Pemerintah terus normalisasi sungai di Bima, cegah banjir besar
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019