Sampah seberat setengah ton di Gunung Salak dibersihkan

Sampah seberat setengah ton di Gunung Salak dibersihkan

Relawan tengah memungut sampah yang bertebaran di jalur pendakian Gunung Halimun Salak di Resor Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: Aditya AR).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Ratusan relawan yang berasal dari berbagai elemen dan pecinta alam mengangkut sampah yang bertebaran di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang total beratnya mencapai setengah ton.

"Aksi bersih-bersih Gunung Salak ini merupakan puncak dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diinstruksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar," kata Kepala TNGHS Awen Supranata di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, bersih-bersih sampah yang berada di TNGHS ini dilakukan di beberapa titik seperti jalur pendakian, objek wisata, daerah konservasi, cagaralam dan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem yang ada di Gunung Salak tersebut, sebab masih banyak oknum yang datang membuang sampah sembarangan.

Sampah yang berhasil diangkut oleh relawan mulai dari botol minuman ringan, plasti, puntung rokok, bekas makanan dan lainnya. Sampah tersebut ditemukan hampir di setiap titik khususnya jalur pendakian.

Kegiatan ini juga untuk mengingatkan para pengunjung yang datang ke TNGHS khususnya wisatawan agar menjaga kebersihan di mana pun berada. Sebab keberadaan sampah tersebut tentunya mengganggu ekosistem apalagi sampah yang sulit diurah tanah seperti plastik.

"Jangan sampai orang yang datang ke TNGHS ini hanya bisa mengotori saja, tetapi yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan. Jangan sampai gunung ini tercemar oleh sampah yang dibawa pengunjung," tambahnya.

Dari hasil aksi pungut sampah di TNGH ini sampah yang berhasil dikumpulkan dari Gunung Salak mencapai 515,5 kilogram atau setengah ton lebih. Diharapkan kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan oleh siapapun dan kapanpun.

Namun untuk sementara ini jalur pendakian ke Gunung Salak ditutup sementara sejak Desember yang dikarenakan cuaca cukup ekstrem dan rawan terjad longsor. Tapi beberapa objek wisata tetap dibuka seperti curug atau air terjun.

Sementara, salah seorang relawan Aulia Salsabila yang juga merupakan salah satu mahasiswi Sukabumi mengatakan kebanyakan sampah yang ditemukan di jalur pendakian tersebut adalah sampah plastik, bahkan dirinya merasa prihatin dengan kondisi seperti ini.

Maka dari itu dirinya mengimbau kepada siapapun, pendaki dan pecinta alam agar peduli kepada alam/hutan jangan buang sampah sembarangan karena bisa merusak keasrian dan ekosistem di gunung ini.

"Jangan hanya bisa menikmati saja Gunung Salak ini, tetapi harus ikut menjaga kebersihannya. Jika mendaki dan ada sampah pungut serta bawa ke bawah untuk dibuang ke tempat jangan didiamkan apalagi ikut membuang sampah sembarangan," katanya.
***3***
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019