Indonesia-Djibouti sepakat bentuk perjanjian dagang istimewa

Indonesia-Djibouti sepakat bentuk perjanjian dagang istimewa

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memberikan pernyataan pers di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (14/3/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Jakarta (ANTARA) -  

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kanan), dan Perdana Menteri Djibouti, Abdoulkader Kamil Mohamed, bicara kepada pers, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (14/3/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Pemerintah Indonesia mengusulkan perjanjian dagang istimewa atau preferential trade agreement dengan Djibouti, menyusul kunjungan kehormatan PM Djibouti, Abdoulkader Kamil Mohamed, ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, usulan itu disampaikan langsung Wakil Presiden, Jusuf Kalla, kepada Mohamed, dalam pertemuan Kalla-Mohamed, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis.

"Perdagangan kita banyak sekali yang melalui Djibouti; dengan penduduk sekitar 1 juta (orang), perdagangan kita itu sudah lebih 200 juta (dolar AS). Oleh karena itu tadi kami menyampaikan usulan untuk mengadakan preferential trade agreement, dan itu langsung di-iya-kan, disambut baik oleh PM Djibouti," kata Marsudi, usai mendampingi Kalla, dalam pertemuan Kalla-Mohamed.

Marsudi menyatakan, Djibouti menjadi salah satu negara yang dilalui jalur perdagangan Indonesia ke Afrika, sehingga menjadi penting bagi kedua negara untuk memiliki perjanjian dagang tersebut.

"Ada keperluan kita untuk membuat satu pengaturan perdagangan, sehingga barang-barang kita yang masuk ke dan melalui Djibouti itu tidak kena tarif yang cukup besar," jelasnya.

Djibouti sejak dulu menjadi salah satu pelabuhan penting dunia dan turut menentukan perekonomian global di Afrika timur. Posisinya juga penting dalam konteks pertahanan global, di antaranya menjadi persinggahan penting kapal-kapal perang banyak negara di perairan Afrika timur itu.

Selain perjanjian dagang, Kalla dan Mohamed juga sepakat menjajaki kerja sama di bidang pengembangan pelabuhan, sesuai dengan rekomendasi pada Indonesia-Africa Forum 2018 lalu.

"Jadi (kerja sama) antara Pelindo kita dengan otoritas pelabuhan yang ada di sana (Djibouti), Pak Wapres mengingatkan bahwa akan lebih baik apabila hal itu juga dapat ditindaklanjuti," kata Marsudi.

Kalla menerima kunjungan kehormatan Mohamed di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, untuk membicarakan upaya penguatan hubungan bilateral kedua negara.

"Baru saja kita bicara dengan Perdana Menteri Djibouti tentang hubungan dan juga langkah-langkah yang baik untuk meningkatkan hubungan antarkedua negara," kata Kalla usai pertemuan tertutup mereka.

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019