700 orang warga alami gangguan jiwa di Lahat

700 orang warga alami gangguan jiwa di Lahat

Dibebaskan Dari Pasungan Petugas memandikan penderita gangguan jiwa berinisial FN usai dilepaskan dari pasungan di Desa Pehwetan, Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/4/2017). Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur membebaskan sejumlah penderita gangguan jiwa guna mesukseskan target Indonesia bebas pasung 2019. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Palembang (ANTARA) - Sebanyak 700 orang lebih warga Lahat, Sumatera Selatan, tercatat sebagai orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) yang semuanya berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lahat Ubaidillah yang dihubungi dari Palembang, Jumat, mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 56 orang di antaranya dipasung keluarga dan belum dibebaskan.

Ia mengatakan pemerintah kabupaten menargetkan, sebanyak 56 orang yang dipasung itu dapat terbebas tahun ini melalui program 'Bebas Pasung' dari pemerintah pusat.

"Ada 56 OGDJ masih dipasung keluarga karena takut kalau dibebaskan dia akan berbuat anarkis. Bahkan pernah juga ada yang bawa pisau dan masyarakat resah. Ya meskipun begitu, kami menargetkan tahun ini semua bebas pasung," kata Ubai.

Menurut Ubaidillah, sejak akhir 2018 lalu OGDJ yang terbebas telah mendapatkan perawatan khusus dari Dinas Kesehatan. Namun Dinkes tetap meminta keluarga merawat dan memberikan obat-obatan secara rutin.

"Bukan hanya yang sudah bebas pasung, yang masih di pasung juga harus dikasih obat. Kami juga meminta keluarga untuk menjaga kebersihan pasien, termasuk ya mengajak berkomunikasilah," kata dia.

Untuk obatnya sendiri, lanjut Ubaidillah, sampai hari ini masih diberikan secara gratis. Apabila obatnya rutin diberikan, maka pasien akan mulai membaik dan tidak perlu lagi dipasung.

Sementara saat ditanya penyebab dari tingginya angka OGDJ di daerah Lahat, Ubai mengatakan banyak faktor. Salah satunya bahkan ada yang karena gaya hidup mereka terlalu berlebihan.

"Secara teori faktornya ini banyak, mulai dari keturunan, spiritual dan sosial. Tapi ada lagi faktor ekonomi, faktor ekonomi juga besar ternyata, ada gaya hidup dan keinginan besar, tapi ekonominya nggak cukup. Ini juga harus hati-hati," katanya.

Meskipun demikian, Ubai memastikan ada beberapa warganya yang berhasil pulih karena rutin diberi obat dan juga dirawat keluarganya. Namun ada yang semakin parah karena lama dipasung.

"Untuk yang sehat dan pulih ada, tetapi lingkungan dia harus sehat. Bahkan, ada yang terlalu lama di pasung malah lumpuh, sampai 10-15 tahun dipasung," kata dia.

Oleh karena itu, Dinkes Lahat menargetkan semua OGDJ terbebas dari pasung pada tahun ini. Dengan begitu program 'Bebas Pasung' dapat terealisasi dengan baik di Lahat dan sekitarnya.

Baca juga: Lebih dari 180 warga Kediri terpasung

Baca juga: Ganjar berharap tidak ada pemasungan orang gila langgar HAM
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019