Kasus terkait layanan katering paling banyak jadi temuan pengawas haji

Kasus terkait layanan katering paling banyak jadi temuan pengawas haji

Plh Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Rojikin dalam acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Kamis (25/4/2019) (ANTARA/Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Dalam proses pengawasan penyelenggaraan ibadah haji, pengawas haji paling sering dan paling banyak menemukan kasus dan masalah yang terkait pelayanan katering untuk jamaah haji selama di Tanah Suci.

Plh Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Rojikin dalam acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Kamis, mengatakan beberapa temuan di lapangan banyak terkait dengan masalah layanan katering.

“Beberapa temuan kami lihat dari selain yang kami punya, ada beberapa masalah khususnya petugas katering tidak bertugas dengan maksimal,” kata Rojikin.

Padahal, kata dia, permasalahan katering sangat krusial karena berhubungan dengan makanan untuk jamaah haji.

Menurut dia, jika pelayanan katering tidak dilakukan dengan baik dan optimal maka bisa menjadi persoalan yang serius.

“Ini bisa menjadi persoalan serius, katering harus memastikan dapur-dapur betul-betul berjalan dengan baik,” katanya.

Rojikin menekankan akar persoalan dari kasus tersebut lebih banyak terletak pada masalah distribusi makanan yang diperkirakan keterlambatan proses masak dan pengemasan oleh pemilik katering.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada para petugas katering untuk memantau proses memasak, mengemas, dan mendistribusikan sejak awal.

“Kalau ada keterlambatan, petugas katering harus memantau langsung di dapur kapan mulai masak, kapan mulai dipacking, kapan mulai dikirim. Karena jalur pengiriman atau distribusi bisa menjadi masalah sendiri sehingga ini perlu dikawal petugas katering, harus mengawal dari mulai tahap pertama sampai akhir,” katanya.

Pihaknya pernah mengusulkan agar di dapur-dapur ditugaskan satu orang pengawas dapur yang tidak sekadar memantau tapi juga menegur.

“Ke depan memang perlu penyempurnaan sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji agar pelaksanaan bisa tertib, aman, dan lancar dengan menjunjung semangat keadilan, transparansi, dan akuntabilitas publik,” kata Rojikin di hadapan 1.108 petugas haji Arab Saudi.

Baca juga: Perusahaan Saudi berminat layani konsumsi jamaah haji Indonesia

Baca juga: Laporan dari Mekkah - PPIH temukan katering tidak sajikan kuliner Nusantara
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019