XL Axiata gunakan dana obligasi untuk perluas jaringan

XL Axiata gunakan dana obligasi untuk perluas jaringan

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (tengah) bersama jajaran Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT XL Axiata Tbk, di Jakarta, Senin (29/4/2019). (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)

Jakarta (ANTARA) - Emiten telekomunikasi XL Axiata menggunakan seluruh dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk ijarah untuk belanja modal dalam upaya pengembangan jaringan data serta persiapan jaringan 5G di seluruh Indonesia.

Pada acara Rapat Umum Pemegang Saham PT XL Axiata Tbk dijelaskan bahwa dana hasil bersih PUB obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap II tahun 2019 senilai Rp632,55 miliar dan PUB sukuk ijarah berkelanjutan II tahap II tahun 2019 sebesar Rp637,78 miliar sampai 31 Maret 2019 telah digunakan seluruhnya untuk belanja modal berupa base stastion subsystem (BSS) dan transmisi fiber optic.

Direktur Independen PT XL Axiata Tbk. Yessie D. Yosetyadi Jakarta, Senin, mengatakan bahwa dirinya bersama tim saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur dalam membangun jaringan 5G sehingga memperpanjang jaringan fiber optic di Indonesia.

“Dana capex juga akan dialokasikan untuk fiberisasi, yang nantinya akan jadi fondasi untuk 5G yang nilainya kurang lebih 50 persen dari belanja modal,” kata Yessie Rapat Umum Pemegang Saham PT XL Axiata Tbk.

Lebih lanjut, EXCL sampai sekarang juga masih berusaha melakukan dialog dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terkait dengan lisensi frekuensi 5G karena menurut Yessie, jaringan 5G membutuhkan bandwith yang sangat lebar sehingga memerlukan perubahan struktur biaya frekuensi sekaligus menghabiskan dana yang cukup besar.

“Karena itu, belanja modal EXCL untuk pengembangan jaringan 5G pada tahun ini memang lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah mencapai 40 persen dari capex,” jelas Yessie.

Pada 2019 XL Axiata menganggarkan Rp7,5 triliun untuk belanja modal, hal tersebut Rp700 miliar dibandingkan dengan 2018 yang senilai Rp6,8 triliun dan 80 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk perluasan jaringan.

“Kita saat ini terus membangun jaringan 4G LTE yang difokuskan di wilayah luar Jawa,” ujar Yessie.

Di sisi lain, realisasi dari penggunaan dana hasil PUB obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I pada 2018 senilai Rp994,19 miliar telah digunakan sebanyak Rp947,47 miliar per akhir Desember 2018 untuk belanja modal berupa radio base station, jaringan fiber optic, dan belanja modal lainnya.

Sedangkan sisa dana sebesar Rp46,72 miliar telah didepositokan di PT Bank Bukopin Tbk dengan tingkat suku bunga per tahunnya sebesar 9,25 persen yang telah dibelanjakan seluruhnya untuk belanja modal sampai dengan 31 Januari 2019.

Pada saat bersamaan, untuk realisasi penggunaan hasil bersih PUB sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap I tahun 2018 sebesar Rp994,46 miliar sampai sengan 31 Desember 2018 telah digunakan seluruhnya untuk belanja modal berupa radio base station, optical project , dan belanja modal lainnya.

Baca juga: XL Axiata targetkan jaringan 5G lima tahun ke depan

Baca juga: XL Axiata catat kenaikan trafik layanan saat Pemilu 2019

 
Pewarta : Ahmad Wijaya dan Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019