Tiga Srikandi Depok melenggang ke Senayan

Tiga Srikandi Depok melenggang ke Senayan

Salah seorang dari tiga srikandi yang melenggang ke Senayan, Intan Fauzi. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: istimewa)

Depok (ANTARA) - Hasil Pleno Rekapitulasi penghitungan surat suara di KPU Kota Depok dan Kota Bekasi Jawa Barat, untuk Dapil Jabar VI (Depok-Kota Bekasi) dipastikan diisi tiga perempuan asal Depok untuk duduk di DPR RI.

Direktur Democracy and Elektoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu mengatakan terpilihnya tiga Srikandi ini membuktikan isu caleg perempuan tidak sekedar menjadi pemanis pelengkap di partai politik.

"Dapil Jabar VI yang mampu menghantarkan tiga Srikandi ke Senayan, bisa menjadi prototype bagi wilayah-wilayah lain," jelasnya.

Ketiga Srikandi Dapil Jabar VI yang dipastikan lolos ke Senayan yakni, Intan Fauzi (PAN), Nur Azizah Tamhid (PKS), Wenny Haryanto (Golkar).

Ketiga Srikandi ini juga kader partai selama ini telah banyak kiprahnya di masyarakat. Intan adalah Ketua DPP PAN yang rajin turun ke masyarakat, Nur Azizah istri mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Wenny Haryanto yang merupakan caleg petahana.

Dari total 92 caleg yang bertarung hanya enam kursi DPR RI yang diperebutkan di dapil tersebut.

Yusfitriadi mengatakan masih banyak parpol yang mengikuti kontestasi pada pemilu 2019 sangat kesulitan memenuhi 30 persen caleg perempuan. Kalau pun pada akhirnya caleg perempuan itu ada hanya sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan 30 persen itu.

"Terpilihnya tiga perempuan ini pertanda politisi perempuan juga berbicara di kancah politik nasional," tuturnya.

Sementara itu, Peneliti Senior Forum Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memberi apresiasi kepada para Srikandi Dapil Jabar VI yang telah menciptakan pencapaian bagus dalam sejarah perpolitikan di Indonesia.

"Saya mengapresiasi keberhasilan caleg perempuan ini karena ini menjadi pembuktian, mereka tidak main-main dalam politik," ujarnya.
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019