Ethiopia mulai jatah pasokan listrik buat rumah tangga dan industri

Ethiopia mulai jatah pasokan listrik buat rumah tangga dan industri

Seorang petani Mesir memperlihatkan tanah yang kering akibat kemarau di ladang yang sebelumnya mendapatkan pengairan dari Sungai Nil di Al-Dakahlya, sekitar 120km dari Kairo. Negara-negara di sepanjang Sungai Nil khawatir mengenai dampak waduk yang akan dibangun Ethiopia tersebut terhadap persediaan air mereka. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany) (Istimewa)

Addis Ababa (ANTARA) - Ethiopia telah mulai menjatah pasokan listrik buat pelanggaan rumah tangga dan industri setelah permukaan air merosot di bendungan pembangkit listrik tenaga air sehingga terjadi defisit produksi, kata Menteri Urusan Air dan Listrik Seleshi Bekele, Jumat.

Turunnya permukaan air di Bendungan Gibe 3 di negeri tersebut telah mengakibatkan defisit 476 megawatts, lebih sepertiga produksi listrik negeri itu sebanyak 1.400 megawatts, kata Seleshi dalam satu taklimat, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu sore.

Ethiopia juga membekukan ekspor listrik ke negara tetangganya, Djibouti dan Sudan, yang menghasilkan devisa 180 juta dolar AS per tahun buat negeri itu, kata menteri tersebut.

Berdasarkan program penjatahan, yang berlangsung sampai Juli, pelanggan rumah tangga akan menghadapi pemadaman selama beberapa jam setiap hari, sementara perusahaan baja dan semen harus mengoperasikan lebih sedikit jadwal kerja akibat pengurangan jatah, kata Seleshi.

Sumber: Reuters
Baca juga: Perguruan tinggi pertama Ethiopa jalin kerja sama dengan Indonesia
Baca juga: Wartawan Ethiopia ingin tukar pengalaman dengan media di Indonesia
Baca juga: Menlu Mesir-Ethiopia bahas bendungan Sungai Nil
Baca juga: Mesir-Ethiopia-Sudan bahas bendungan Sungai Nil
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019