Langenburg Technologies jajaki investasi pengolahan sampah Labuan Bajo

Langenburg Technologies jajaki investasi pengolahan sampah Labuan Bajo

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla (tengah) memimpin pertemuan bersama pihak tim ahli dari Langenburg Technologies Indonesia (LTI) yang menjajaki investasi pengolahan sampah di Labuan Bajo pada 20 Mei 2019. (Foto/Dok. Bagian Humas Kabupaten Manggarai Barat)

Kupang (ANTARA) - Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sampah Langenburg Technologies Indonesia (LTI) menjajaki investasi pengolahan sampah di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Tim ahli Langenburg Technologies Indonesia telah bertemu dengan Pak Bupati (Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, red) untuk membahas rencana investasi pengolahan sampah di Labuan Bajo," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Jeramun ketika dihubungi Antara dari Kupang, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Manggarai Barat antusias menyambut rencana investasi ini mengingat masalah sampah di Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata prioritas nasional terus menjadi sorotan berbagai pihak termasuk pemerintah di tingkat pusat.

Ia menyebut, produksi sampah di Kota Labuan Bajo  dalam sehari bisa mencapai 14-20 ton yang dihasilkan dari permukiman penduduk, hotel, restoran, dan perkantoran, dan lain.

"Dengan kondisi ini, butuh pengelolaan yang profesional melalui investasi yang menghadirkan teknologi yang memadai," katanya.

Ia menjelaskan pihak investor telah memaparkan bahwa pengelolaan sampah akan dilakukan dengan teknologi plasma dari Jerman yang bisa menghasilkan energi listrik maupun air.

Menurutnya, prioritas pemerintah daerah setempat yaitu agar sampah-sampah bisa dikelola dengan teknologi yang baik, "Kalau nanti menghasilkan listrik dan air maka itu bonus, yang penting persoalan sampah bisa diatasi," katanya.

Ia mengatakan, pihak investor sedang menyiapkan model kerja sama investasi tersebut yang direncanakan akan dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) setempat.

Paulus mengatakan, pemerintah daerah setempat siap mendukung penuh investasi ini dengan menyiapkan regulasi dan lahan yang dibutuhkan.

"Lahan yang dibutuhkan juga tidak sampai satu hektare, dan lokasinya di dekat muara yang akan disiapkan pemerintah daerah, selanjutnya akan dibahas seperti apa kesepakatannya," katanya.
Baca juga: KLHK bangun pusat pendauran sampah Labuan Bajo
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019