KH Tolchah Hasan dikenang sebagai pejuang pendidikan

KH Tolchah Hasan dikenang sebagai pejuang pendidikan

Para pelayat yang hadir di Masjid At Thohiriyah Bungkuk, Singosari Kabupaten Malang, pada prosesi pemakaman Mantan Menteri Agama era Presiden Abdurrachman Wahid (Gus Dur) KH Tolchah Hasan, Rabu (29/5/2019). (Vicki Febrianto)

Malang, Jawa TImur (ANTARA) - Menteri Agama era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) KH Tolchah Hasan (83) yang tutup usia pada Rabu (29/5) pukul 14.10 WIB di Kota Malang, Jawa Timur, dikenang sebagai pejuang pendidikan.

Plt Bupati Malang Sanusi mengatakan bahwa dirinya mengenal Almarhum sejak tahun 1980, dan selama hidupnya, KH Tolchah Hasan selalu berupaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia, secara khusus di Malang Raya.

"Apa yang dilakukan beliau, tidak lain hanya untuk memajukan pendidikan di Indonesia, secara khusus di wilayah Malang Raya," kata Sanusi, di rumah duka di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu malam.

Sanusi menambahkan, KH Tolchah semasa hidup sudah mendirikan perguruan tinggi terbesar di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yakni Universitas Islam Malang (Unisma). Bahkan, hingga akhir hayat, Almarhum berpesan supaya Pemerintah Kabupaten Malang membantu pengembangan kampus tersebut.

Dalam rencana pengembangan Unisma, lanjut Sanusi, KH Tolchah Hasan ingin mendirikan fakultas pertanian, peternakan, dan perikanan, khususnya di wilayah Malang Selatan. Bahkan, Unisma telah membebaskan lahan seluas 80 hektare di Karangploso, Kabupaten Malang.

"Beliau menginginkan masyarakat supaya lebih intelektual, lebih maju, dan memahami ilmu agama dan umum, agar nanti bisa seimbang," ujar Sanusi.

KH Tolchah Hasan (83) yang tutup usia pada Rabu (29/5) pukul 14.10 WIB di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, dimakamkan di makam keluarga Pondok Pesantren Bungkuk, Singosari, Kabupaten Malang.

Mulai Maret 2019, kesehatan Almarhum sudah mengalami penurunan. KH Tolchah sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang, kemudian kembali dirawat di Rumah Sakit Persada Malang, dan menghembuskan nafas terakhir di RSSA Malang.

KH Tolchah Hasan dilahirkan di Tuban, Jawa Timur, dan merupakan tokoh multidimensi, yakni sebagai ulama, tokoh pendidikan, pegiat organisasi, dan juga merupakan tokoh yang aktif di pemerintahan.

KH Tolchah Hasan meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, dan empat cucu, yang saat ini tinggal di Singosari, Kabupaten Malang. Kiai Tolchah pernah menduduki posisi Mustasyar PBNU dan sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Merdeka Malang hingga 1998.

Selain itu, KH Tolchah Hasan juga sebagai Dewan Pembina Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma).

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019