Pengamatan hilal syawal tak dilakukan Observatorium Bosscha

Pengamatan hilal syawal tak dilakukan Observatorium Bosscha

Dua orang melintas didepang bangunan utama Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/11). Pemerintah Indonesia pada bulan November 2008 telah menetapkan bahwa Bangunan yang dibangun pada tahun 1923 oleh Karl Rudolf Bosscha sebagai bangunan cagar budaya. (ANTARA FOTO/Rezza Estily)

Bandung (ANTARA) - Institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha Institut Teknologo Bandung (ITB) memutuskan untuk tidak melakukan pengamalan hilal menjelang bulan Syawal 1440 Hijriah atau Lebaran 2019.

Kepala Observatorium Bosscha, Premana W Premadi dalam siaran pers Humas ITB, Senin, di Bandung, menyatakan peralihan bulan pada kalender Hijriah akan ditandai dengan peristiwa ijtimak atau konjungsi.

Dalam hal ini, konjungsi adalah peristiwa ketika matahari dan bulan berada pada satu garis ekliptika.

Pada hari Senin 3 Juni 2019 atau 29 Ramadhan 1440 Hijriah, konjungsi malahari dan bulan terjadi pad pukul 17:01:56 WIB dan matahari terbenam pada pukul 17:40:01 WIB. Bulan sabit muda yang terbentuk setelah matahari terbenam.

Hilal memiliki perbedaan ketinggian dan matahari sebesar 0° 6' 13.9". elongasi sebesar 2° 48‘ 24.7" dan usia bulan sebesar 38 menit 4 detik. Hal tersebul mengakibatkan bulan terbenam hampir bersamaan dengan terbenamnya matahari.

"Berdasarkan parameter tersebut, hilal dipastikan akan amat sulit diamati di Observatorium Bosscha sehingga kami memutuskan untuk tidak melakukan pengamatan hilal menjelang bulan Syawal 1440 Hijriah," kata dia.

Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelilian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat.

Masyarakat dapat mengakses data dan hasil pengamatan hilal di laman Observatorium Bosscha di https://bosscha.itb.ac.id, demikian  Premana W Premadi.

Baca juga: Lebih dekat mengenal Observatorium Bosscha
 
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019