Koperasi Komunitas Aceh di Malaysia mulai beraktivitas

Koperasi Komunitas Aceh di Malaysia mulai beraktivitas

Aktivitas Koperasi Komunitas Aceh di Malaysia (Foto ANTARA / KMAM)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Koperasi MASA Kuala Lumpur Berhad rintisan Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) yang masih dalam proses pendirian mulai menjalankan aktivitasnya, Minggu.

Kegiatan tersebut ditandai dengan peresmian penjualan hasil laut dari pusat pendaratan ikan langsung ke pusat penjualan di Pasaraya Aura Baru, Kampung Paya Jaras Hilir yang dikelola Koperasi MASA Kuala Lumpur Berhad.

Peresmian penjualan hasil laut tersebut dilakukan oleh Menteri Pertanian dan Industri Pertanian Dasar Malaysia Dato’ Salahuddin bin Ayub.

Penjualan hasil laut dari pusat pendaratan ke pusat penjualan terpilih ini merupakan sebagian dari program perintis pendirian Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru atau Centre for Economic Growth (CEG).

Salahuddin mengatakan inisiatif pendirian CEG dilaksanakan pemerintah Malaysia dalam usaha memerangi perantara sekaligus memberi manfaat kepada nelayan dan menanggulangi beban biaya hidup masyarakat.

"Ini adalah program perintis CEG yang mana hasil laut dipasarkan langsung kepada rakyat tanpa melalui perantara. Sebagai contoh ikan kembung yang biasanya berharga antara RM15 hingga RM16 per kilogram dijual pada harga RM9.50 hingga RM10 per kilo sehingga penurunannya kira-kira 30 persen," katanya.

Dia menargetkan pembukaan kira-kira 50 CEG di seluruh negara bagian pada tahun ini agar rakyat bisa mendapatkan barang keperluan sehari-hari pada harga yang sesuai tanpa merugikan kelompok pemasok.

Pada kesempatan tersebut Presiden Komunitas Melayu Aceh Malaysia Datuk Mansyur Usman menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Malaysia yang telah banyak membantu rakyat Malaysia keturunan Aceh ataupun rakyat Aceh di Aceh setelah musibah gempa dan tsunami pada 2004.

"Selama ini kami selalu bangga dengan pencapaian orangtua kami keturunan Aceh seperti Tan Sri Hanafiah Hussain dan almarhum Tan Sri Sanusi Junid yang banyak berjasa untuk Pemerintah Malaysia," katanya.

Turut hadir bekas Ketua Majelis Penasihat Pemerintah Malaysia Tun Daim Zainuddin, Sekretaris Kepala Kementerian Pertanian dan Industri Pertanian Dasar Datuk Salehhuddin Hassan serta Ketua Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM) Muhammad Faiz Fadzil.

Baca juga: Wapres JK bertemu Wakil PM Malaysia bahas kerja sama ekonomi
Baca juga: Chatib Basri jadi penasehat lembaga pendanaan UKM di Malaysia
Baca juga: Puluhan UKM Indonesia pamerkan produk halal di Malaysia
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019