Pemerintah lanjutkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo

Pemerintah lanjutkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo

Pelabuhan di Labuan Bajo tempat bersandarnya kapal wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pulau di Nusa Tenggara Timur itu. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores itu, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo, Pulai Rinca, dan Pulau Padar.

"Kawasan wisata harus ditata betul, selanjutnya diperlukan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersiha, agar menjadi kota yang betul-betul dirawat," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan lanjutan untuk penataan kawasan wisata Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2019-2021.

Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan yakni penataan Puncak Waringin, penataan kawasan Kampung Baru, penataan integrasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung, peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta, pengembangan kawasan wisata Goa Batu Cermin, serta pengembangan sektor air minum & sanitasi Labuan Bajo.

Untuk penataan kawasan Puncak Waringin, Kabupaten Manggarai Barat, akan dikerjakan secara bertahap pada tahun 2019-2020. Pembangunan Tahap I pada 2019 akan diselesaikan pembangunan Gedung Utama seluas 350 meter persegi setinggi dua lantai untuk lounge dan pusat cenderamata serta panorama laut.

Selanjutnya pada tahun 2020 akan dibangun bangunan komersil seluas 525 meter persegi setinggi dua lantai, untuk kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun. Selain itu juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik sekitar 1.700 meter persegi yang dilengkapi dengan ampiteater seluas 267 meter persegi dan area parkir seluas 235 meter persegi.

Penataan lanjutan juga akan dilakukan di salah satu daerah penyangga Labuan Bajo yaitu Kampung Baru dengan pekerjaan pembangunan ruang terbuka publik, toilet wisata, dermaga nelayan, dan Jalan Gertak Bukit Pramuka seluas 60 meter persegi.

Sebelumnya pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp40,35 miliar untuk penataan kawasan di empat lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Presiden Joko Widodo saat meninjau Labuan Bajo (10/7), mengatakan upaya meningkatkan target wisatawan ke Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap, dengan pembenahan infrastruktur yang akan menjadi prioritas. Sebagai contoh, Presiden mengatakan mulai tahun ini Kementerian PUPR akan melakukan pekerjaan peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta. "Sehingga turis dapat berjalan disini sambil menikmati pemandangan," ujar Presiden.

Presiden juga menyambut rencana penataan kawasan Puncak Waringin yang akan menjadi salah satu pilihan lokasi wisata baru di Labuan Bajo. "Lokasi yang saya lihat di atas tadi akan dikerjakan, dirapikan untuk menjadi pusat cenderamata di Labuan Bajo," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi tinjau pengembangan infrastruktur wisata Labuan Bajo
Baca juga: Pemerintah siapkan anggaran Rp50 miliar dukung wisata Labuan Bajo
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019