Pelabuhan Labuan Bajo jadi pelabuhan khusus wisata

Pelabuhan Labuan Bajo jadi pelabuhan khusus wisata

Salah satu pelabuhan di Labuan Bajo tempat bersandarnya kapal wisatawan yang ingin menikmati keindahan pulau di Nusa Tenggara Timur itu. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Kupang (ANTARA) - Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dijadikan sebagai pelabuhan khusus wisata atau hanya untuk disandari oleh kapal-kapal wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

Sementara untuk pelabuhan umum dan juga pelabuhan barang akan di pindahkan ke Bari, kata Kepala Biro Humas Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu kepada Antara, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu dan rencana pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata daerah itu. "Hari ini, Presiden akan melihat pelabuhan di Labuan Bajo, karena direncanakan pelabuhan yang ada di Labuan Bajo ini ke depan jadi Marina, hanya khusus untuk kapal wisata," katanya.

Artinya, nanti Komodo jadi bandara internasional dan ada pelabuhan laut yang memang disiapkan khusus untuk kapal-kapal wisata yang membawa rombongan wisatawan, kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT itu.

Dia menambahkan pelabuhan marina khusus untuk kapal wisata di dalam kota Labuan Bajo itu sedang dalam tahap pembangunan yang ditangani PT ASDP Indonesia Ferry (Pesero).

Sementara pembangunan pelabuhan baru di luar kota, arah utara Kota Labuan Bajo di wilayah Bari, Kecamatan Macang Pacar, akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

Saat ini untuk bongkar muat masih tergabung dengan pelabuhan penumpang dan kapal-kapal wisata. "Jadi, nantinya, pelabuhan di Labuan Bajo akan lebih tertata. Ada yang khusus untuk peti kemas, ada yang untuk pelabuhan penumpang maupun kapal wisata," katanya menambahkan.*

Baca juga: Presiden ingin jadikan pariwisata Manggarai Barat bagus

Baca juga: Pemerintah lanjutkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019