Satu sakit, calhaj Papua tak utuh diberangkatkan menuju Tanah Suci

Satu sakit, calhaj Papua tak utuh diberangkatkan menuju Tanah Suci

Jamaah calon haji asal Provinsi Papua mengikuti proses pemeriksaan di Embarkasi Hasanuddin Makassar, Sulsel, sebelum berangkat menuju Tanah SUci Mekkah, Kamis (18/7/2019). (FOTO ANTARA/Muh. Hasanuddin).

Makassar (ANTARA) - Jamaah calon haji (calhaj) asal Provinsi Papua yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16 saat pemberangkatan menuju Tanah Suci tidak utuh sebanyak 450 orang sesuai dengan kuota yang ditentukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), karena ada seorang calhaj yang mengalami sakit.

"Untuk kloter 16 ini sesuai pendataan tidak utuh 450 orang karena ada satu calon haji tertunda keberangkatannya," kata Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi Hasanuddin Makassar, Solihin di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan satu calhaj  yang tertunda keberangkatannya itu adalah Kamasia Laso Yusuf, asal Kota Jayapura, yang tidak sempat masuk pemondokan di Asrama Haji Sudiang Makassar karena sedang sakit di daerah.

Solihin menyatakan Kamasia yang sedang mendapatkan perawatan di daerahnya itu masih dipantau kondisinya hingga pulih agar bisa diberangkatkan pada kloter-kloter berikutnya.

"Untuk calon haji Kamasia ini kabar yang kami terima dari Kanwil Kemenag Papua sedang mengalami gangguan kesehatan dan sedang dirawat. Nanti kita tunggu saja kabar kondisi selanjutnya apakah memungkinkan diberangkatkan pada kloter-kloter selanjutnya atau tidak," katanya.

Berdasarkan jadwal yang diterima dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar, pemberangkatan rombongan kloter 16 ini baru terlaksana Kamis (18/7) pukul 12.22 WITA.

Untuk calhaj kloter 16 sesuai jadwal awal harusnya berangkat pada Kamis (18/7) pukul 01.00 WITA. Namun karena adanya penundaan hingga 12 jam lebih, calon haji baru berangkat di siang harinya.

Pada kloter 16 ini jumlah calhaj reguler yang berangkat sebanyak 449 orang,  terdiri atas 196 orang laki-laki dan 253 perempuan. Selain itu, ada tambahan 5 orang pendamping haji dari TPHI, TPIHI, dan TKHI, demikian Solihin.

Baca juga: Seorang calon haji asal Papua batal berangkat karena hamil

Baca juga: Daftar tunggu calon haji asal Papua hingga 20 tahun

Baca juga: Kemenag Jayapura lepas 353 jamaah haji ke tanah suci

Baca juga: Bertambah jadi 1.395 orang kuota haji Papua
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019