ANTARA - Bagian sebagian besar anak muda, petani mungkin bukan sebuah profesi yang menarik untuk digeluti. Tapi  I Made Dwi Mahardiyasa (21) punya pendapat yang berbeda. Dia meneruskan usaha sang ayah, I Ketut Sudomo, yang sudah mendedikasikan hidupnya selama puluhan tahun di dunia kakao. Mereka juga bergabung dengan Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) yang memberi kepastian harga beli biji kakao basah di atas harga pasar. Melalui kolaborasi ini, kakao Jembrana tak hanya bisa dinikmati di Indonesia, tapi telah diekspor ke berbagai negara yang dikenal sebagai penghasil produk cokelat terkemuka.

(Nanien Yuniar/Keysha Anissa/Syahrudin/Agha Yuninda Maulana/Nanien Yuniar)