Denpasar (ANTARA Jambi) - Pemerintah Kota Denpasar menggelar pemilihan Putra-Putri Tuna Rungu Bali sebagai upaya memberikan ruang kreativitas serta eksplorasi keterampilan bagi para penyandang disabilitas.

"Dalam seleksi ini, penyandang disabilitas, khususnya yang menderita tuna rungu akan menampilkan gerak tari maupun modeling yang tidak kalah dengan orang normal," kata Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra, di Denpasar, Sabtu.

Mereka itu perlu terus diberikan ruang kreativitas dan eksplorasi keterampilan agar tidak rendah diri.

Di sela-sela menjadi juri untuk menentukan 20 finalis Putra-Putri Tuna Rungu Bali itu, ia mengatakan bentuk perhatian Pemkot Denpasar dalam penyaluran kreativitas kepada penyandang disabilitas tidak sebatas kegiatan itu saja.

"Setiap tahun, seperti pada kegiatan Hari Internasional Penyandang Disabilitas, kami gencar melibatkan mereka dalam program inovatif," ujarnya.

Untuk ajang kali ini, dilaksanakan berkat kerja sama DPD Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Denpasar, K3S Kota Denpasar serta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar.

Penyelenggaraan pemilihan Putra Putri Tuna Rungu Bali ini awalnya diikuti 43 peserta perorangan dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Melalui seleksi yang sangat ketat akhirnya Sabtu (21/9) sudah ditentukan 20 finalis yang terdiri dari 10 orang peserta pria dan 10 perempuan.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan tujuan utama kegiatan ini untuk pemberdayaan dan eksistensi serta memantapkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas.(Ant)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2013