Jambi, Antarajambi.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi menyebutkan realisasi penerimaan negera bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan batu bara di provinsi itu hanya mencapai Rp54 miliar.

"Realisasi PNBP dari pertambangan batu bara selama periode 2016 hanya Rp54 miliar atau tidak mencapai target," kata Kepala Bidang Pertambangan Umum pada ESDM Provinsi Jambi Abdul Salam di Jambi, Senin.

Realisasi tersebut kata Salam, tidak mencapai dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp104 miliar pada 2016, diakibatkan dari produksi pertambangan batu bara tidak mengalami peningkatan.

Perusahaan yang beroperasi dan beraktifitas memproduksi batu bara juga jumlahnya tidak banyak karena dipengaruhi harga batu bara yang tak kunjung membaik pada 2017.

Sedikit perusahaan yang berani produksi, karena harga batu bara selama 2017 belum menjanjikan bagi perusahaan, sehingga mereka memilih berhenti sementara berproduksi.

"Perusahaan yang memproduksi batu bara hanya 9-12 perusahaan, dan kadang tiga bulan produksi terus sebulan lagi berhenti, sedikitnya perusahaan yang memproduksi itu karena faktor harga," katanya.

Salam menyebutkan, produksi batubara selama 2016 mengalami penurunan atau masih jauh dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni 11,2 juta metrik ton (MT).

"Realisasi produksi batu bara berdasarkan data terakhir yang kita himpun hanya mencapai 3,7 juta metrik ton (MT)," katanya menjelaskan.

Selain itu produksi batubara di Provinsi Jambi pada tahun 2015 terus mengalami penurunan atau hanya mencapai 3,6 juta MT. Jumlah tersebut jauh menurun sekitar 60 persen dari produksi tahun 2014 yang mencapai 8,2 juta MT.

"Berharap pada 2017 ini harga batu bara menunjukan pertumbuhan yang positif sehingga perusahaan pertambangan batu bara di Provinsi Jambi bisa melakukan produktifitasnya," katanya menambahkan.


Pewarta: Dodi Saputra

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2017