Aktivis gerakan anti kekerasan perempuan #SaveOurSister's, Zubaidah menyoroti persoalan buruh perempuan yang dipekerjakan di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi karena masih banyak belum mendapat hak normatifnya.

Dalam aksi memperingati hari perempuan internasional di Jambi, Jumat, Zubaidah menuntut agar negara memberikan kebijakan cuti haid, hamil dan melahirkan bagi buruh perempuan di perkebunan kelapa sawit.

"Kami juga menuntut agar menaikan upah dan perbaiki kondisi buruh perempuan yang bekerja disektor perkebunan kelapa sawit," kata Zubaidah.

Save Our Sister (SoS) merupakan aliansi dari berbagai organisasi perempuan dan lingkungan yang konsen terhadap pendampingan perempuan. Mereka di Jambi menyoroti berbagai hal terkait dengan isu yang dialami perempuan.

Dalam sebuah pendampingan yang pernah mereka lakukan di Kabupaten Muarojambi, masih ada perusahaan yang memperkejakan buruh perempuan pada pekerjaan berisiko tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan.

Pekerjaan buruh perempuan disektor perkebunan kelapa sawit itu terjadi kontak langsung dengan bahan kimia pestisida dan tidak mendapatkan jaminan sosial.

"Kemudian jaminan kesehatan dan keselamatan terhadap perempuan yang bekerja disektor tersebut belum ada," katanya.

Selain itu, di wilayah pedesaan yang dikepung industri ekstraktif menyebabkan para orang tua semakin sulit menyekolahkan anak-anak mereka, akses kesehatan reproduksi terbatas dan perempuan terjebak dalam pernikahan dini.

Sebab itu pada peringatan hari perempuan internasional tersebut kata Zubaidah, menjadi momentum memperkuat persatuan kaum perempuan untuk melawan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan.

"Peringatan ini menjadi momen bagi kami untuk memperjuangkan hak normatif perempuan, termasuk juga menyoroti kegagalan pemerintah dalam melindungi perempuan dari ancaman kekerasan," kata Zubaidah.

Pewarta: Gresi Plasmanto

Editor : Dodi Saputra


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2019