Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa kegiatan penenggelaman kapal ikan asing yang menangkap ikan secara ilegal di kawasan perairan nasional akan menghasilkan efek jera yang merupakan solusi pemberantasan pencurian ikan.

"Saya sudah bicara kepada Bapak Presiden bahwa tidak ada cara lain selain deterrent effect (efek jera) yang akan memudahkan kita (bangsa Indonesia) untuk keluar dari persoalan lama (penangkapan ikan secara ilegal)," kata Menteri Susi sebagaimana disampaikan dalam akun media sosial resmi KKP yang dipantau, Sabtu pagi.

Sebagaimana diketahui, Menteri Susi bersama jajaran KKP dan Satgas Anti Illegal Fishing hari ini sedang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka melakukan penenggelaman kapal ikan ilegal.

Menurut Susi, efek jera itu kini telah terasa antara lain tidak ada lagi ribuan kapal ikan asing yang menangkap ikan di kawasan perairan Indonesia. Saat ini yang ditangkap hanya ratusan kapal.

"Kalau kita tidak 'firm' (tegas), maka yang ratusan ini bisa berkembang menjadi ribuan kapal," katanya dan menambahkan, sejak pencuri ikan diberantas, stok ikan menjadi melesat.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga menegaskan, komitmen Presiden Jokowi dalam hal ini juga tidak main-main, seperti dengan membentuk Satgas sehingga ke depannya tidak ada lagi yang namanya ego sektoral dan kepentingan negara untuk memberantas pencurian ikan menjadi satu.

Sebagaimana diwartakan, fokus pemberantasan pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia yang digalakkan oleh pemerintah telah membantu membuat hasil tangkapan ikan oleh nelayan kecil juga meningkat pesat karena stok sumber daya ikan juga semakin berkelanjutan.

"Untuk kategori nelayan kecil, jumlah tangkapan ikan mengalami kenaikan di sebagian perairan. Hal ini dipicu oleh migrasi sumber daya ikan dan banyaknya inisiatif perbaikan hutan mangrove di sebagian wilayah pesisir," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyatakan bahwa fokus terhadap pemberantasan pencurian ikan di kawasan perairan Nusantara mengakibatkan potensi sumber daya ikan di lautan Indonesia juga meningkat drastis.

"Dalam upaya mewujudkan pilar kedaulatan, KKP terus fokus dalam pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja.

Ia  memaparkan melalui pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF), stok ikan di perairan naik signifikan. Angka potensi sumber daya ikan (Maximum Sustainable Yield/MSY) Indonesia yang pada tahun 2013 hanya sebesar 7,31 juta ton meningkat drastis menjadi 12,5 juta ton di tahun 2016.

Pewarta: M Razi Rahman

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2019