Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan akses air minum aman melalui perpipaan di Indonesia harus ditingkatkan sehingga setidaknya dapat sejajar dengan negara-negara anggota G-20.

"Indonesia adalah anggota negara G-20, jadi kita harus berusaha keras agar akses terhadap air minum yang aman melalui perpipaan itu harus menjadi tujuan kita, agar paling tidak sejajar dengan negara tetangga kita," kata Wapres Ma'ruf saat membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Hotel Kempinski Jakarta, Senin.

Menurut data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), saat ini capaian akses air minum perpipaan di Indonesia baru mencapai angka 20,14 persen.

Baca juga: Bappenas buka peluang mitra asing untuk pembangunan ibu kota baru

Meskipun dari segi akses sumber air minum layak di Indonesia sudah meningkat, Wapres Ma'ruf mengatakan penyediaan air minum aman melalui perpipaan juga harus ditingkatkan sebagai upaya menjaga sanitasi di lingkungan masyarakat.

"Pemerintah mendorong supaya penyediaan air minum perpipaan ini terus digalakkan. Maka saya sangat berharap Konferensi ini dapat merumuskan agar penyediaan itu dipercepat," tutur Wapres.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin harapkan pelaku usaha tingkatkan daya saing

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan akses air minum layak di Indonesia meningkat sekitar lima persen dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir; dari 82,14 persen di 2011 menjadi 87,75 persen di 2018.

Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah akan meningkatkan akses penyediaan air minum aman melalui perpipaan hingga mencapai 30 persen.

"Dalam rancangan RPJMN 2020-2024, Pemerintah akan fokus untuk meningkatkan target akses sanitasi dan air minum yang aman dan berkelanjutan; 100 persen akses air minum layak yang didukung dengan penyediaan akses air minum perpipaan sebesar 30 persen melalui pembangunan 10 juta sambungan rumah tangga," ujar Suharso.

Baca juga: Wapres sebut ada bahan pembelajaran mengandung unsur radikalisme

Baca juga: Wapres dorong perluasan sektor keuangan syariah

Baca juga: Ma'ruf Amin minta gubernur jalankan program prioritas pemerintah pusat
 

Pewarta: Fransiska Ninditya

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2019