Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol yang kini dikebut oleh pemerintah, terutama untuk ruas Tol Trans Sumatera, jangan menunggu Internal Rate of Return (IRR) tinggi.

Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol seksi I Pekanbaru-Dumai (Permai) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat siang, mengatakan bahwa saat ini IRR hanya berkisar 8-9 9 persen.

"Kalau tidak dimulai dan nunggu IRR harus tinggi 12 persen ya tidak akan dimulai mulai," kata Presiden Jokowi.

IRR merupakan parameter pengukuran analisa suatu proyek atau investasi. Pengukuran ini sering digunakan untuk menghitung tingkat keuntungan suatu investasi.

Presiden menjelaskan sepanjang 460 kilometer Tol Trans Sumatera telah dioperasikan, sementara 490 kilometer lainnya masih dalam tahap konstruksi. Selain itu, Presiden juga mengatakan sepanjang 740 kilometer tengah dilelang pemerintah.

"Trans Sumatera ini (sepanjang) 2.900 (kilometer) kurang lebih. Yang sudah beroperasi 460 kilometer, konstruksi 490 kilometer, mau lelang 740 kilometer. Kita harapkan InsyaAllah 2024 sudah tersambung semua," ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi tinjau pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai

Dia menuturkan jika pembangunan infrastruktur tol yang menjadi salah satu program utama pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

"Kita harapkan dengan kesiapan infrastruktur ini semuanya lebih cepat. Pengiriman logistik, mobilitas orang dan barang lebih cepat. Itu nanti keliatan dalam index competitiveness Indonesia juga meningkat," ujar Presiden Jokowi.

Khusus jalan tol di Riau, Presiden Jokowi berharap proses pembangunan dapat diselesaikan pada April 2020 mendatang sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mudik Lebaran.
Presiden Jokowi pada Jumat siang meninjau pembangunan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang merupakan jalan tol pertama di Bumi Lancang Kuning dan menghubungkan ibu kota provinsi Riau dengan Kota Pelabuhan, Dumai.

Baca juga: Presiden Jokowi resmikan pabrik rayon di Pelalawan Riau

Baca juga: Presiden Jokowi lepas ekspor rayon dari Pelalawan ke Turki
 

Pewarta: Anggi Romadhoni

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020