Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menyebut kesejahteraan petani di Indonesia tumbuh positif berdasarkan pencapaian nilai tukar petani (NTP) secara nasional.
"NTP rata-rata di seluruh Indonesia angkanya 125. Itu baik, artinya masih ada sisa lebih pendapatan yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya," kata Sudaryono saat pelantikan pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, di Muaro Jambi, Selasa.
Menurut dia, capaian itu tidak terlepas dari keseriusan pemerintah dalam memberikan pendampingan kepada petani melalui program bantuan benih, pupuk, alat sistem pertanian dan pembinaan bagi penyuluh pertanian yang ada di daerah.
Kebijakan lain yang turut berpengaruh adalah penurunan harga pupuk subsidi, khusus bagi petani padi, jagung dan gula yang telah diterapkan oleh pemerintah.
Ia menambahkan, bahwa kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen.
Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia tidak tergantung terhadap impor beras, gula dan jagung sejak 2025. Langkah ini dinilai efektif dalam penghematan anggaran negara yang sebelumnya dialokasikan untuk impor.
Wamentan berharap keberadaan HKTI dapat berjalan selaras (Inline) dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Untuk itu, butuh dukungan dari semua pihak agar petani di Indonesia memilik semangat bercocok tanam sehingga menghasilkan panen yang melimpah.
Pemerintah menjamin kebutuhan petani, mulai dari irigasi, benih unggul hingga pupuk subsidi, dapat terpenuhi dengan baik demi mewujudkan ketahanan pangan nasional sehingga bermuara terhadap kesejahteraan rakyat.
"Jadi ini butuh dukungan semua pihak, bagaimana petani di seluruh Indonesia semangat menanam, banyak menanam sehingga kita banyak pangan, itu aja intinya," tegas Sudaryono.
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026