.....Kami bertahan dan menginap di sini untuk mempertanyakan jadwal pemetaan yang semestinya ditetapkan hari ini oleh pihak Dinas Kehutanan," kata petani.....
Jambi (ANTARA Jambi) - Ratusan petani dari dua kabupaten yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional Provinsi Jambi hingga Selasa pukul 16:00 WIB, masih bertahan menduduki Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, menuntut pengesahan lahan mereka yang diserobot perusahaan perkebunan.

Ketua Serikat Tani Nasional Provinsi Jambi Utut Hardianto mengatakan, keinginan mereka menduduki kantor Dinas Kehutanan untuk menunggu jadwal pemetaan kembali lahan mereka yang direbut perusahaan.

"Kami bertahan dan menginap di sini untuk mempertanyakan jadwal pemetaan yang semestinya ditetapkan hari ini oleh pihak Dinas Kehutanan," katanya.

Petani akan bertahan di sini sampai adanya keputusan dari Dinas Kehutanan Kabupaten Batanghari dan Sarolangun atas jadwal pemetaan lahan yang sedang disengketakan.

"Kami minta ada jadwal pasti kapan tim pemetaan tersebut turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran ulang atas konflik lahan yang terjadi antara petani dengan perusahaan perkebunan," kata Utut yang didampingi Sahra Raharja dari kelempok petani Kabupaten Sarolangun.

Tuntutan petani dari dua kabupaten tersebut adalah pengesahan lahan seluas 3.482 hektare di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun yang disengketakan dengan PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) dan PT Wanakasita Nusantara (WN).

Kemudian petani dari Kabupaten Batanghari menuntut pengesahan lahan mereka seluas 8.000 hektare di Kecamatan Kunangan Jaya II, Kabupaten Batanghari yang sedang disengketakan dengan PT AAS dan WN serta PT Reki.

"Kami bertahan di sini hanya untuk minta penentuan jadwal tim pemetaan turun ke lokasi oleh masing-masing dinas di kabupaten terkait," kata Sahra.

Hasil pantauan di halaman Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, ratusan petani dari Kabupaten Batanghari dan Sarolangun itu masih tetap menduduki kantor Dinas Kehutanan untuk menuntut pengesahan lahan mereka seluas lima ribu hektare yang diserobot beberapa perusahaan besar.

Selain aksi menduduki dan menginap di kantor Dinas Kehutanan, mereka juga melakukan aktivitas memasak dan membangun tenda untuk tempat menginap mereka selama tuntutan belum dipenuhi.

(T.N009)



: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026