.....Langkah tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat terhenti di babak 16-besar setelah dikalahkan juara bertahan Lin Dan dari China 9-21, 12-21.....

London (ANTARA Jambi) - Ganda campuran unggulan ketiga Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir lolos ke semifinal Olimpiade London 2012 setelah mengalahkan pasangan Jerman Michael Fuchs-Birgit Michels 21-15, 21-9.

Pasangan tersebut hanya membutuhkan waktu 34 menit untuk menang di Wembley Arena, London, Rabu pagi (Rabu sore WIB) sekaligus memastikan tempat di semifinal.

"Tadi memasuki lapangan kami percaya diri dan fokus pada permainan, terbukti dari awal kami memimpin terus. Mereka mau mengeluarkan permainan mereka sudah tidak bisa," kata Liliyana yang empat tahun lalu meraih medali perak Olimpiade Beijing bersama Nova Widianto.

Ia juga mengaku berusaha mengingatkan pasangannya, Tontowi, agar tidak cepat berpuas diri sekalipun sudah unggul atas lawan.

"Pokoknya sebelum angka mencapai 21, jangan dulu merasa menang meskipun poin sudah 20, karena di Olimpiade apapun bisa terjadi," katanya.

Pada semifinal, pasangan juara All England itu akan melawan pemenang pertemuan antara unggulan kedua Xu Chen-Ma Jin dari China dengan ganda Polandia Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba yang belum bertanding.

Dengan pasangan China tersebut, kata Liliyana, terakhir mereka menang di Indonesia Terbuka Juni lalu.

"Tetapi saya tidak ingin menggunakan itu sebagai patokan bahwa kami akan menang. Di Olimpiade ini saya memilih untuk menganggap skor 0-0 (belum pernah bertemu) setiap memasuki lapangan," ujarnya.

Sementara itu, langkah tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat terhenti di babak 16-besar setelah dikalahkan juara bertahan Lin Dan dari China 9-21, 12-21.

"Susah, memang dia bagus dari segi keterampilan, permainan dan tenaga, semuanya lebih baik. Memang dia lebih unggul segalanya," kata juara Olimpiade Athena 2004 tersebut.

Kekalahan tersebut juga menjadi penampilan terakhir Taufik di Olimpiade setelah ia memutuskan segera meninggalkan karirnya sebagai atlet.

"Setelah ini saya akan mengikuti liga di China, setelah itu Jepang Terbuka karena sponsor saya dari Jepang," katanya.

Usai itu, iTaufik memilih untuk mengembangkan pusat pelatihan dan hall bulu tangkis Taufik Hidayat Arena yang pembangunannya sudah mencapai 90 persen.(Ant)




: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026