.....Dugaan sementara kematian "Eci", bayi harimau Sumatera yang diperkirakan baru berumur dua bulan itu akibat gangguan pencernaan.....
Jambi (ANTARA Jambi) - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi bersama tim kesehatan Kebun Binatang Taman Rimba Jambi mengotopsi bangkai bayi harimau Sumatera yang mati usai ditemukan warga Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi belum lama ini.
"Otopsi kami lakukan hari ini, setiap ada binatang langka yang mati memang kami lakukan otopsi. Upaya ini untuk memastikan apa penyebab sebenarnya kematian itu," ujar Kasi Wilayah III BKSDA Provinsi Jambi Nurasman kepada wartawan di Jambi, Kamis.
Dari hasil otopsi tersebut, dugaan sementara kematian "Eci", bayi harimau Sumatera yang diperkirakan baru berumur dua bulan itu akibat gangguan pencernaan.
"Ini terlihat dari jantungnya yang berwarna kehitaman. Kami juga mengambil beberapa contoh pencernaan Eci untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Selanjutnya, contoh pencernaan bayi harimau itu akan dikirim ke Balai Penyidikan dan Pengujian Veterinir (BPPV) Regional II di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
"Setelah dilakukan tes laboratorium dan penelitian di BPPV akan diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan kematian Eci," ujarnya.
Pihak BKSDA Jambi sebelumnya juga berencana akan mengawetkan tubuh Eci yang bertujuan untuk penelitian ilmu pengetahuan.
Sebelumnya, satu dari dua bayi harimau Sumatera yang ditemukan warga Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi diketahui mati pada Selasa (4/9) malam, diduga akibat kondisi tubuhnya yang semakin lemah dan menurun.
Kedua bayi harimau Sumatera betina yang diberi nama Eci dan Lala ditemukan empat orang warga Sungai Gelam pada Minggu (2/9) pagi tidak jauh dari kawasan perkebunan di daerah itu.
Sebagian kawasan Sungai Gelam dikenal banyak ditemukan jejak harimau karena daerah tersebut dekat dengan kawasan HPH dan Taman Nasional Berbak .
Keberadaan dan habitat harimau di Jambi terancam punah akibat perburuan dan perdagangan ilegal hingga konsesi kawasan hutan berlebihan di daerah itu.(Ant)
: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.