.....Adat Melayu juga memberi peluang kepada siapa saja untuk mengikat tali persaudaraan melalui upacara adat yang disebut "begito", yaitu mengaku bersaudara.....

Pekanbaru (ANTARA Jambi) - Budaya Melayu sangat terbuka dengan dunia luat sehingga banyak suku bangsa yang berdatangan, berbaur dan berintegrasi turun temurun serta melahirkan masyarakat yang majemuk, kata seorang tokoh Melayu Tenas Effendy.

"Kemajemukan tersebut menyebabkan masyarakat Melayu selalu terbuka kepada semua pihak pendatang yang kemudian berbaur dan melebur dalam alam Melayu," kata Tenas saat berbicara dalam Dialog Budaya Melayu di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Dalam dialog yang diadakan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan tersebut, dia mengatakan, melalui keterbukaan itu masyarakat Melayu selalu menerima siapa saja yang datang ke daerahnya dan mempersilakan hidup dan berusaha serta memberikan peluang untuk menetap dan berketurunan.

Selain itu adat Melayu juga memberi peluang kepada siapa saja untuk mengikat tali persaudaraan melalui upacara adat yang disebut "begito", yaitu mengaku bersaudara.

Dikatakan Tenas, salah satu keterbukaan masyarakat melayu adalah adanya sejumlah pemimpin Melayu yang berasal dari luar, seperti Sultan Siak yang sejak abad ke-18 bercampur dengan Arab sehingga membentuk kesultanan turun temurun dengan sultan terakhir Sultan Syarif kasim II yang kemudian menjadi pahlawan nasional.

Namun demikian diakuinya, keterbukaan masyarakat Melayu tersebut ada yang memberikan dampak negatif seperti dengan banyaknya pendatang yang tidak mau bergaul.

"Para pendatang banyak yang tak tahu diri dan tak mau berbaur. padhal sebagai pendatang mereka harus menghormati kaum Melayu sebagai yang didatangi," katanya.

Bondan Kanumoyoso, seorang peneliti Melayu dari Universitas Indonesia, mengatakan, sejak keberadaan bangsa Melayu memang masyarakatnya suka melakukan hubungan dengan dunia luar dan memiliki sifat terbuka.

"Wilayah Melayu tersebar diantara Laut Jawa, laut China Selatan da Samudra Hindia," katanya.

             Menurutnya, dunia Melayu memiliki karakteristik maritim, yakni laut menjadi sarana utama dalam pertukaran budaya dan ekonomi.

Akibat memiliki karakteristik maritim, kata Bondan, sejumlah kota pelabuhan kaum Melayu muncul sebagai pelabuhan lokal yang menjadi pusat kegiatan perdagangan maritim berskala regional dan internasional.(Ant)




: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026