.....Saya tidak mau tahu. Dirut Pos (I Ketut Mardjana) kan dibayar mahal untuk jabatannya. Jadi bagaimana caranya, ya harus memutar otak dan kreatif," kata Dahlan.....

Jakarta (ANTARA Jambi) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya tetap tidak akan memberi suntikan modal kepada PT Pos Indonesia untuk melakukan ekspansi bisnis.

"Terserah saja, mati ya mati, hidup ya hidup. Pemerintah tidak akan memberi penyertaan modal negara (PMN) kepada Pos Indonesia," kata Dahlan, di sela acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan bank patungan antara Bank Mandiri, Pos Indonesia dan Taspen, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Dahlan mengakui, saat ini Pos Indonesia sedang kesulitan dalam mengembangkan bisnis karena terbentur kepada pembiayaan.

"Saya tidak mau tahu. Dirut Pos (I Ketut Mardjana) kan dibayar mahal untuk jabatannya. Jadi bagaimana caranya, ya harus memutar otak dan kreatif," kata Dahlan.

Pada kesempatan itu, mantan Direktur Utama PLN ini menjelaskan, pemerintah sudah memutuskan tidak memberikan pendanaan untuk BUMN kecuali perusahaan strategis bagi negara.

Diketahui, pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Pos tahun 2013 menganggarkan sekitar Rp873 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex).

Sebanyak Rp580 miliar digunakan untuk investasi anak perusahaan, Rp10 miliar untuk investasi properti, untuk investasi aset tetap Rp245 miliar, dan investasi aset tak berwujud Rp37 miliar.

Awalnya untuk memenuhi capex tersebut, Pos Indonesia merencanakan melakukan penawaran saham kepada publik (IPO) pada tahun 2013, namun Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham tidak mengizinkan perusahaan itu untuk "go public".(Ant)




: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026