.....Saya sudah kordinasi dengan pemprov dan akan dibentuk tim pengkajian bersama dengan pemkot dan pemprov......
Jambi, (Antara Jambi) - Sekretaris Daerah Kota Jambi Daru Pratomo, Kamis, mengatakan, sosialisasi rencana pembangunan jalan layang (fly over) di kawasan Mayang Kota Jambi kini menjadi domain Pemerintah Provinsi Jambi.
Menurut dia, pihaknya telah mengkoordinasikan persoalan penolakan warga atas pembebasan lahan di kawasan itu.
Dari koordinasi itu diketahui Pemerintah Provinsi Jambi akan membentuk tim pengkajian menyeluruh, baik soal teknis pembangunan maupun penolakan warga atas pembangunan jalan itu.
"Saya sudah kordinasi dengan pemprov dan akan dibentuk tim pengkajian bersama dengan pemkot dan pemprov," katanya.
Diterangkan Sekda, setelah dilakukan pengkajian ulang, maka Pemerintah Provinsi Jambi yang langsung mensosialisasikan rencana itu ke warga.
Dalam pengkajian yang akan dilakukan, ujar Daru, bisa saja akan dievaluasi soal teknis dan bentuk fisik jalan layang yang akan dibangun.
"Nanti bisa saja gambarnya berubah. Misalnya tingginya yang dikurangi atau lebarnya. Dan itu akan disosialisasikan kembali kepada warga," ucapnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan jalan layang (fly over) di kawasan Mayang Kota Jambi, menuai protes dari warga sekitar.
Warga merasa pembangunan jalan layang ituakan merugikan mereka yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.
Sebab, dengan adanya pembangunan jalan itu, maka otomatis lahan mereka akan kembali terpakai untuk pelebaran jalan.
Padahal, menurut warga, sebelum ini sudah tiga kali tanah mereka dibebeskan untuk pelebaran jalan di sana. Dan selama ini mereka tidak pernah mendapat ganti rugi.
"Lagi pula, jika jalan layang jadi dibangun, maka lahan parkir kami tidak akan ada lagi, dan otomatis ruko kami langsung berhadapan dengan jalan, sehingga otomatis pula telah menyalahi Perda tentang lahan parkir," ucap salah seorang warga.
Selain itu, lanjut mereka, dengan tidak adanya lahan parkir, maka usaha mereka pasti akan mengalami kemunduran sebab tidak akan ada pembeli yang mau singgah karena tidak ada tempat parkir mobil.
Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sebelumnya juga sempat pesimis dengan keberlangsungan rencana pembangunan jalan layang itu karena maraknya aksi protes dari masyarakat.
Pemerintah Kota Jambi yang diminta untuk memediasi soal pembebasan lahan itu dinilai tidak berhasil mensosialisasikan program Pemerintah Provinsi Jambi. (Ant)
Editor : Nurul
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.