......Tingginya kasus DBD ini diakibatkan perubahan cuaca, sehingga menyebaban nyamuk Aides Agepty penyebab DBD terus berkembang biak," katanya......Jambi (ANTARA Jambi) - Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Almi Cab mengatakan, masyarakat Batanghari masih mengalami ancaman serius kasus penyakit demam berdarah (DBD).
"Tingginya kasus DBD ini diakibatkan perubahan cuaca, sehingga menyebaban nyamuk Aides Agepty penyebab DBD terus berkembang biak," katanya saat dihubungi, Rabu.
Ia mengatakan, setiap harinya warga yang terkena DBD terus bertambah, terutama di Kecamatan Muarabulian. Berdasarkan angka yang tercatat pada Dinas Kesehatan sudah mencapai angka 252 kasus, satu di antaranya meninggal dunia.
Terhitung sejak November hingga awal Desember ini kasus penyakit DBD sudah mencapai angka 252 kasus, satu orang di antaranya meninggal dunia, ujarnya.
Menurut Almi, dengan jumlah tersebut, Kecamatan Muara Bulian merupakan kasus tertinggi dibanding dengan kecamatan lainnya.
Tingginya angka korban yang terserang DBD ini diperkuat dari laporan Puskesmas dan RSUD Hamba Batanghari.
Dinkes mengimbau masyarakat agar dapat membasmi dengan cara mengubur, menguras dan menutup (3M) penampungan air, karena nyamuk Aides Agepty akan cepat berkembang di tempat penampungan air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
"Selain upaya yang dilakukan oleh Dinkes dengan fogging (pengasapan), kami meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membiarkan nyamuk tersebut berkembang biak, tentunya dengan cara 3M," katanya lagi.
Adanya kesadaran masyarakat merupakan upaya penting dalam penanggulangan kasus DBD di Batanghari, setidaknya dapat mengurangi kasus DBD, katanya.(Ant)
Pewarta: Heriyanto: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.